Kegagalan Hubungan (Rabu Gegana – Gelisah Galau Merana)

“Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali

ku terluka lagi dari cinta rumit yang ku jalani

aku ingin merasa kau mengerti aku mengerti kamu

aku ingin kau sadari cintamu bukanlah dia

dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu

karena separuh aku dirimu”

Lagi – lagi terjadi, wahai kau Ubuntu cintaku. Mengapa kau lakukan itu kepadaku ?

Exif_JPEG_420

Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu kepadaku. Akan tetapi, sore hari ini kau begitu tega kepadaku. Oh Ubuntu. Aku kaget sekali ketika kau mengeluarkan logo yang tidak biasa, lambang Ubuntu di sebelah kanan dengan tulisan “Welcome to administrators-Latitude-E6230”. Awalnya aku tenang, dengan memasukkan user login dan passwordku maka semuanya akan beres, aku isi dengan username terakhir dan kata kunci yang benar. Berkali – kali kau tolak, kucoba semua kombinasi yang pernah aku gunakan, dan kau juga masih menolaknya. Apa yang sebenarnya terjadi denganmu ? Oke kali aja dengan ku restart  kau berhenti ngambek  dan mau menyambutku dengan senyuman biasamu, but  untuk kedua kali kau memberi raut muka baru yang belum ku jumpai.

Exif_JPEG_420
the system is running in low-graphics mode

Apaan itu ? “The system is running in low-graphics mode” Apakah dirimu sudah begitu sebalnya dengan diriku ? Ada seseorang yang menasehati untuk menjamu dengan ctrl + Alt + F1. Kucobalah untuk dirimu, dan efeknya;

Exif_JPEG_420
terminal tty1

Sebuah jendela terminal tty1, dengan style login seperti muka pertama, kucoba – coba juga dengan berbagai kombinasi obat username masih saja kau bergeming. Sedemikian bencikah kau denganku ? Tak mau lagikah kau bersamaku ?

Padahal sedari awal aku membeli laptop ini, khusus aku persiapkan untukmu. “Distro Linux”. Berdasarkan reviewer berbagai kalangan DELL adalah produk laptop yang mampu “bermesraan” dengan Linux. Begitupun harapanku, aku ingin ber-taaruf, mengenalmu dengan sempurna, lalu menikahimu untuk seluruh hidupku. Tega-teganya kau mematahkan harapanku sekarang.
Lihatlah yang telah keluargamu lakukan kepadaku ketika kubawa mahar Dell Latitude 6230 ini !

Continue reading “Kegagalan Hubungan (Rabu Gegana – Gelisah Galau Merana)”

Advertisements

Masalah – masalah Saat Memasang Aplikasi di Ubuntu melalui Terminal

Terkadang dalam pemasangan aplikasi di Ubuntu melalui terminal dijumpai kesalahan pemasangan atau error di prosesnya. Aplagi bagi teman – teman yang baru saja belajar Ubuntu maupun turunannya masalah – masalah error pasti menjadi tantangan tersendiri. Hal ini terjadi karena berbagai alasan diantaranya; paket rusak (broken packages), karena kesalahan repository, terkunci prosesnya, dll. Contoh masalah terjadi serta cara mengatasinya;

  1. Mengatasi Error could not get lock /var/lib/dpkg/lock/

Ini terjadi karena ada proses lain yang terkunci dalam suatu file. Screenshot from 2017-12-06 12-54-15

Terlihat dalam kasus diatas ketika saya mau memasang firmware b43 ada masalah yang terjadi berupa

E: Could not get lock /var/lib/dpkg/lock – open (11: Resource temporarily unavailable)

E: Unable to lock the administration directory (/var/lib/dpkg/), is another process using it ?

Cara yang saya lakukan adalah dengan memberi perintah penghapusan file tersebut.

sudo rm -r /var/lib/dpkg/lock

dan voila. berhasil.Setelah itu tinggal ulangi lagi proses pemasangannya.

Screenshot from 2017-12-06 12-54-15
Task done

2. Mengatasi error /var/chache/apt/archives/lock

Ketika saya sedang memperbaiki depencies packages tahu – tahunya muncul pesan

E: Could not get lock /var/cache/apt/archives/lock

Screenshot from 2017-12-06 14-44-50
/var/chache/apt/archives/lock

Solusi yang saya pakai masih sama seperti yang tadi yaitu menghapus proses yang terkunci, bedanya pada file target yang akan dihapus. Perintahnya

sudo rm -r /var/cache/apt/archives/lock

seperti perintah diatas dan itu berhasil lagi. Hehehe.

3. Mengatasi error dependency problem prevent configuration

Aku mencoba untuk memasang dropbox ada masalah dependencies. Seperti biasa, kalau memasang dropbox memang selalu begini. pesan error-nya;

dpkg: depencdency problems prevent configuration of dropbox

dpkg: error processing package dropbox

Screenshot from 2017-12-06 14-45-24
error depencies

solusinya adalah dengan memperbaiki package serta dependencinya. Perintah andalanku;

sudo apt install -f

Screenshot from 2017-12-06 14-45-32
sudo apt install -f

Ubuntu akan secara otomatis memperbaikinya proses pemasangannya “instalasinya” sendiri. Setelah proses perbaikan selesai, masukan kembali perintah yang dimaksudkan sebelumnya. Karena proses pemasangan yang aku kehendaki adalah pasang dropbox maka saya memasukkan kembali perintah pemasangan dropbox.

 

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi. Untuk masalah lain, akan saya update sesuai masalah yang ditemui. Kalo mau komentar silakan aja sih.

Hehehehe.

Referensi :

Memperbaiki paket rusak di Ubuntu

mengatasi error /var/lib/dpkg/lock

 

Perpus pusat UNY, 6 Desember 2017

Lintang Fajar

Ubuntu nge-blank Terpaksa Install Ulang

Kisahku sedihku di malam hari ini. Jadi tadi siang aku lagi ngotak – atik DE (Desktop Environtment) di ubuntu. Aku tertarik sama DE yang kelihatan lebih menarik dari Unity yaitu gnome. Pada awalnya aku berhasil install DE gnome itu, tampilanpun berubah lebih cantik, lebih tertata, minimalis, dan kesan bersih.

(kiri : Unity — kanan : Gnomefrom google”)

Sudah menjadi terlihat manis, eh setelah aku matikan “shutdown” dan kubuka lagi malam tadi sekitar pukul 22-an nge-blank. Ia hanya mau menampilkan sebuah layar kosong polos berwarna jingga kebiruan, tak ada kursor, tak ada tulisan, tak ada gambar apapun, just a color. Niatnya sih mau nulis update blog malah begitu. Ada juga kakaknya si Windows 10 tapi kalau harus tethering hotspot di kosan kan kesedot sama Windows update, mengjengkelkan :sad:, bikin males berinternet pake Windows 10 di kosan. Udah mengikuti beberapa prosedur; diantaranya

ketik di terminal :

sudo pkill -u nama_user

lah mana bisa aku masuk ke terminal, login aja gak bisa :cry:. Akhirnya aku siasati masuk ke recovery mode Ubuntu dan masuk ke akses root shell prompt. Aku mencoba menggunakan perintah diatas dan gagal. Tidak ada respon sama sekali. Perintah lain yang aku coba

sudo apt dist upgrade

menurunkan upgrade dari system. tak bisa juga. Cari perintah lain.

sudo apt remove gnome

sudo apt remove gnome-shell

logikaku saat itu, jika aku menghapus sistem DE gnome maka secara otomatis Ubuntuku akan memilih Unity sebagai defaultnya. Satu hal yang bodoh aku lakukan adalah jelas – jelas tertulis di bagian paling atas “read only” artinya hanya bisa membaca tidak dapat mengeksekusi. Pesan ketiganya sama yaitu Error.

Belum putus arang aku coba masuk ke mode filesafeX di recovery mode. Menurut keterangan sistemnya itu adalah tentang masalah graphic hasilnya sama, ada dua perintah yang dijalankan setelah itu blank juga.

Teknik lain melalui boot-repair dengan memanfaatkan live USB, cara ini juga aku coba. Setelah masuk live USB dan kucoba memasang boot-repair entah apa yang salah, gagal ending-nya error pesannya.

Kadung “telanjur” sebal, aku langsung pasang “install” ulang kembali ubuntu 16.04.3-ku. Beruntung Ubuntu itu gratis sehingga aku bisa bongkar pasang berapa kali pun. Hehehe. Ada menu yang baru dalam proses pemasangan, yaitu

Erase disk and reinstall Ubuntu

Kelihatannya menarik, memasang ulang Ubuntu di partisi yang sama seperti sebelumnya, tidak perlu mengatur ulang tabel masing – masing partisi. Kucoba saja. Memang lebih mudah, tapi hal yang tidak kusangka adalah metode ini menyisakan partisi home di Ubuntuku yang lama, sehingga ada partisi baru yang tidak aku inginkan.

 

 

Screenshot from 2017-12-06 00-32-48
Partisi home lama yang tidak terlebur ke home baru.

Sepertinya aku harus mengatur ulang partisinya dengan Gparted. Yah itu nanti.

 

Pelajaran yang aku dapat;

  1. Kalau sudah nyaman dengan DE “sesuatu” tidak perlu sering – sering diotak – atik. Perubahan itu perlu, tapi tidak terlalu sering. Toh kebutuhanku belum oprek Ubuntu lagi. Hehe
  2. Akan lebih baik kalau fitur autologin tidak diaktifkan, sehingga ada menu untuk ganti DE secara manual.

Sekian ceritaku dini hari ini. Mungkin ada yang mau mengoreksi ?

 

Kos Argulo, 6 Desember 2017

Lintang Fajar

Cara Termudah Mengatasi Wifi (Driver Broadcom) yang Tidak Bekerja pada Ubuntu 16.04

Saya membuat tutorial ini berdasarkan pengalaman pribadi yang mana setelah saya menginstall Ubuntu 16.04 ternyata wifi-nya tidak terdeteksi. Waktu itu saya mencari solusi di berbagai forum dan saya menemukan banyak sekali cara yang bisa dilakukan. Tutorial ini adalah cara termudah diantara banyak cara lain yang lebih ribet. Hehehe. 😀 😀 😀

1. Sebelum menginstall driver kita harus tahu hardware yang wireless yang kita gunakan. Ketikkan perintah lspci di terminal untuk mengecek spesifikasi hardware.

lspci

Selection_006

terlihat di terminal kalau hardware yang saya terdapat di laptop saya adalah Broadcom dengan seri BCM43288. Seri ini juga sering disingkat menjadi BC43xx.

 

2. Cara pertama adalah dengan menginstall paket instalasi .deb. Berikut saya kasih installer offline.

b43-fwcutter  

atau eksplor installernya di b43-fwcutter for Ubuntu 16.04.

Sudah tahu cara install paket .deb bukan ? Kalau belum ikuti tutorial berikut ini. Pada Instalasi Ubuntu yang pertama hanya dengan memasang paket diatas wifi saya sudah berjalan. Setelah saya pasang (install) ulang Ubuntu saya, cara pertama tidak bisa lagi entah kenapa error.

 

3. Cara kedua dengan memasang driver melalui terminal. Perintahnya

sudo apt install firmware-b43-installer

Jika tidak mempunyai koneksi internet, bisa dicoba membuat koneksi internet dengan bluetooth seperti yang saya lakukan. Caranya ikuti tutorial berikut.

Mudah bukan ? Itu berdasarkan pengalaman. Mohon maaf kalau kurang jelas, silahkan komentarnya.

Kos Kana 10, 4 Desember 2017

Lintang Fajar

 

Cara Memasang File Ekstensi .deb di Ubuntu 16.04

Kebanyakan orang pasti mengenal file aplikasi dengan ekstensi .exe yaitu sebuah program aplikasi yang berjalan di Sistem Operasi Windows. Android juga mempunyai ekstensi file aplikasi mereka sendiri yaitu .apk misalnya whatsapp.apk, path.apk, dll. Sedangkan di Ubuntu dikenal dengan ekstensi .deb karena berasal dari induk ubuntu yaitu Debian. Karena Ubuntu merupakan turunan dari Debian jadi kebanyakan file aplikasi-nya berekstensi .deb. Lalu bagaimana cara memasang aplikasi .deb ?

Misalnya saya punya aplikasi

dropbox.deb

Selection_002

Cara pertama yaitu menggunakan Ubuntu Software Center. Klik dua kali pada file setelah itu keluar pilihan install tinggal pilih install.

Selection_003

prosesnya sama seperti menginstall aplikasi di google playstore.

Cara kedua yang agak keren yaitu menggunakan terminal. Cukup jalankan perintah :

sudo dpkg -i <package names>.deb

contoh dari program diatas adalah

sudo dpkg -i dropbox.deb

masukan password dan tunggu selesai.

 

Selection_005

terlihat semua proses saat pemasangan, itulah yang menarik jika kita memasang melalui terminal. fufufu.

Kelebihan dari cara kedua atau memakai terminal adalah kita mengetahui proses yang terjadi dalam pemasangan. Contohnya jika terjadi error atau kegagalan pemasangan kita tahu prosesnya.

Selamat Mencoba

Perpus pusat UNY, 4 Desember 2017

Lintang Fajar