Tulisan Absurd Sabtu – Dini hari

Aku rasa memiliki seseorang yang kita sayangi itu bisa memberi kita kekuatan ekstra, terutama untuk memberi semangat di setiap detiknya. Namun tidak semua orang seperti itu, ada orang yang justru tertanggu kalau dirinya diusik setiap setiap saat. Aku menjadi bagian kelompok itu. Ketika aku sudah fokus dan nyaman pada suatu hal yang aku sukai, aku punya kecenderungan untuk mengabaikan yang lain. Sayangnya, selama ini justru aku dituntut menjadi siswa yang rajin, penuh dengan schedule dan metode nyicil dalam mengerjakan tugas, Ah, itu sesuatu yang kurang aku sukai. Aku tidak bisa menyalahkan sistem. Aku hanya keberatan dengan teori “kerja keras” yang berarti harus “rajin” everytime. Bagiku setiap orang punya style kerja masing – masing, hanya karena seseorang tidak melakukan apa – apa apakah ia berarti pemalas ? 

Pikiran, suatu hal yang memusingkan. Tidak bisa didefinisikan dengan jelas. Tidak nampak, tapi berjaya. Pengendali seluruh operasi tindakan manusia. Aku sering heran dengan pikiranku sendiri. Mengapa aku berpikir seperti itu ? Mengapa aku kesulitan untuk menerima sistem yang ada ? Mengapa aku selalu berpikir “ini bisa diperbaiki”, ” ini bisa diubah menjadi lebih baik”. Mengapa aku kesulitan untuk “sudahlah kamu hanya perlu menuruti perintah saja.” Mengapa pikiranku selalu berteriak “apa artinya ini untukmu Jam ?” 

Aku bergantung pada rencana. Setiap satu rencanaku bermasalah aku punya kecenderungan menghancurkan rencanaku yang lain. Dan saat gagal, badmood ku kumat. Everytime aku harus menata rencana, antisipasi, modifikasi sekaligus menarik kesimpulan “what is the meaning” . Benar – benar menyebalkan pikiranku ini. 

Wahai Otak, tak bisakag kau berpikir normal seperti anak biasa saja. Seperti anak – anak yang baik, yang cukup menerima semuanya dengan mudah ? Kau membuatku menderita…

Godaan terbesar untukku adalah melihat rasa kemanusiaan yang ditunjukkan oleh seseorang. Misal ketulusan seorang ibu pada anaknya, orang tua yang rela berkorban untuk masa depan anak – anaknya termasuk pula seorang remaja yang belajar begitu keras demi merubah nasib keluarganya. Atau seorang perempuan dengan tingkah jenakanya memperlihatkan emosinya senyum- manyun -sebel -bertindak absurd. Kau tahu kenapa ? Karena itu kelemahanku. Aku hanya punya secuil empati dan simpati pada orang lain. 

Kemanakah takdir membawaku ?

Kos Kana 10, Yogyakarta. 22 April 2017

Lintang Fajar

Book : Andai Aku Jalan Kaki, Masihkah Engkau Selalu Ada Untukku ?

Exif_JPEG_420

Judul : Andai Aku Jalan Kaki, Masihkah Engkau Selalu Ada Untukku ?
Penulis : Edi Mulyono
Tahun Terbit : 2010
Penerbit : Yogyakarta, Diva Press

Pertama kali aku membaca judul buku ini, aku pikir ini adalah sebuah novel, ternyata buku ini adalah kumpulan cerpen. Cerpen yang ditulis oleh Edi Mulyono salah satu pendiri Diva Press. Buku yang aku baca ini ternyata adalah cetakan yang ke – 12. Lalu apa isi dari buku ini ? Aku tidak begitu pandai dalam merangkai kata. tapi aku akan mencoba menuliskan pelajaran yang aku dapatkan dari buku ini.

  1. Semua sudut pandang yang digunakan di dalam buku ini adalah sudut pandang orang pertama. Aku tidak tahu apakah yang tertulis disini adalah pengalaman atau apa. Bab satu bercerita tentang pertemanan karena seseorang memiliki banyak harta. Orang yang memiliki harta memang cenderung bisa melakukan banyak hal yang mereka mau. Dia memiliki kelebihan dalam hal kekuasaan, tetapi sering sekali hati mereka kosong. Hatinya hampa karena merasa tidak memiliki kawan – kawan yang benar – benar setia ada untuknya. Makanya penulis menyakan kepada dirinya sendiri “masihkah engkau ada untukku andai aku tidak sekaya ini ?”
  2. Cerita kedua tentang perasaan penulis yang kehilangan neneknya. Benar. Terkadang kita merasa bahwa sesuatu berharga ketika kita kehilangannya. Di suatu meme juga ada yang mengilustrasikan bahwa segala sesuatu menjadi sangat bernilai saat kita menginginkan atau kehilangan. Justru saat memilikinya, nilai itu menjadi berkurang. Sungguh luar biasa orang yang mampu bersyukur atas apa yang dimilikinya.
  3. Cerita ketiga mengisahkan tentang sebuah pertemanan diantara perempuan. ditulis dengan bahasa yang menyentuh perasaan. Hanya karena sebuah kesalahpahaman dari salah satu perempuan, ego yang ada di dalam dirinya terus muncul dan tidak mau mendengarkan penjelasan dari perempuan yang lain. Di sekitar kita pasti sering sekali ada orang yang seperti itu. Dan setelah hati kita, tenang dan menerima kenyataan bahwa hal itu adalah kesalahpahaman. Masalah sesungguhnya keluar, Beranikah kita meminta maaf ?
  4. Cerita keempat tentang pasangan yang posesif. Disini diceritakan laki – laki yang sangat mengontrol pergerakan perempuannya. Memiliki laki – laki yang sangat perhatian akan memberikan rasa nyaman, namun disisi lain, jika perhatian itu terlalu besar sehingga membuat si perempuan tidak bisa mengembangkan dirinya sendiri apakah masih layak untuk di pertahankan ?
    Mengutip dari Michael Foucault : Berbuat gilalah maka Anda akan berbeda. Tentu saja, jika kita berani melakukan sesuatu yang gila, out of the box, kita akan akan berbeda. High Risk, High Return. Besarnya sebuah impian, berbanding lurus dengan risiko yang didapatkan. Keberanian untuk melewatinya itulah yang membuat seseorang menjadi dirinya sendiri.

    Faktanya kita lebih takut memilih sesuatu bukan karena kita nggak yakin pada sesuatu itu, tapi lantaran kita takut pada ketakutan – ketakutan yang kita ciptakan sendiri pada sosok sesuatu itu, ketimbang menempuh ketakutan yang sebenarnya tak semengerikan yang kita andaikan. Kita kok cenderung memilih hidup dalam andaian belaka ya ?

  5. Cerita kelima tentang mengikhlaskan seseorang yang kita sukai. Mencintai seseorang memang hak setiap insan, tetapi merelakan adalah hal yang hanya sanggup dilakukan oleh insan sejati.
  6. Cerita keenam adalah tentang perasaan mantan pemakai narkoba yang masuk dalam jeruji besi. Bagaimana dirinya telah mengecewakan kedua orang tua, dan kepedulian dari saudaranya. Luka akan membuat kita mengenal lebih dalam tentang orang kita cintai.
  7. Cerita ketujuh adalah tentang kekhawatiran meminjamkan uang pada orang yang tidak di kenal. Apalagi orang yang meminjamkan tersebut tidak memiliki suatu jaminan, hanya cukup Allah sebagai jaminannya ? Apakah kita akan percaya ?
    Hati nurani akan menjadi jawaban yang menarik.
  8. Cerita ke delapan tentang kelebihan dari istri yang menyebalkan. Saat si Suami telah membanting tulang bekerja keras seharian, lalu di rumah disambut dengan perilaku istri yang seenaknya, tentu memberikan rasa jengah yang menumpuk, apalagi jika dilakukan setiap hari. Tetapi, disaat suami akan menalaknya, justru ia sadar bahwa istrinya itu telah memberikan sesuatu yang belum tentu mampu diberikan oleh perempuan lain. membangunkan salat subuh, menyiapkan sarapan pagi.
  9. Cerita ke sembilan adalah tentang penyesalan dari seorang pengguna Kecantikan Palsu. Tidak bisa dipungkiri bahwa melihat perempuan yang cantik akan sangat menggoda. Akan tetapi jika kecantikan itu di dapat dengan cara yang berlebihan (sedot lemak, suntik silikon, dll) maka, orang akan berpikir berkali – kali hanya sekadar untuk mencintainya dengan setulus hati. Toh kecantikan ada dua macam, inner beauty dan outer beauty. Mana yang lebih disukai ? Kembali pada pilihan masing – masing.
  10. Cerita ke sepuluh adalah tentang kekuatan tekad untuk tidak mudah termakan oleh gosip yang dalam bahasa sekarang HOAX. Orang yang mudah termakan hoax tidak pantas untuk dijadikan panutan, begitulah endingnya. So, pandai – pandailah dalam menerima setiap informasi yang ada.
  11. Cerita ke sebelas tentang perasaan suami saat chat seru dengan orang yang dikenal melalui situs daring, facebook. Bagaimana seharusnya menempatkan perasaan itu. bicara perasaan tentu tidaklah mudah.
  12. cerita ke duabelas tentang dampak Individualistis bagi banyak orang. Ego yang terlalu besar, dan tidak mau menerima pendapat orang lain, justru akan semakin merugikan baik dirinya maupun orang lain, bagaimana dirinya akan dianggap sebagai orang yang tidak bisa diajak bekerjasama. Kalo ini sifat yang masih saya punya banget. hehe

Itulah Pelajaran yang bisa saya dapatkan dari membaca buku ini. Sebuah buku yang disusun dari renungan. Sangat bagus dibaca untuk menambah khazanah kebijaksanaan. Ringan dan mudah diikuti.

 

Kos Kana 10, Yogyakarta. 11 April 2017
Lintang Fajar

Kesatria – De brief voor de koning

  • Judul buku : Kesatria – De brief voor de koningkoning
  • Penulis : Tonke Dragt
  • Tahun terbit : 2012
  • Penerbit : Pionirs books


Buku ini bersetting di Eropa dengan nama nama yang identik dengan kerajaan di jaman Abad Pertengahan. Bercerita tentang sebuah janji yang harus di tepati oleh seorang kesatria. Buku ini termasuk dalam kategori buku anak – anak. Pemeran utamanya adalah seorang anak berusia 16 tahun.

Awal dari cerita ini dimulai dengan sebuah adat tentang seorang anak sebelum di angkat menjadi kesatria. Seorang calon kesatria harus bertirakat semalam suntuk tanpa boleh keluar, sekalipun ada orang lain yang meminta tolong. Akan tetapi Tiuri melanggar perintah tersebut. “Demi Tuhan, Bukakan Pintu”, kata yang ia dengar dan membuat dia penasaran. Mulailah petualangannya mengantarkan sebuah surat ke negara tetangga, surat yang menentukan nasib sebuah negeri. Tidak ada cerita yang menarik tanpa drama. Petualangan bagaimana Tiuri bisa lolos sampai di negara bagian, bertemu dengan teman sejatinya, disangka sebagai pembunuh dan di kejar – kejar sampai hampit celaka, mendapat bala bantuan yang tidak dia sangka. Yang menarik adalah bagaimana dirinya sebisa mungkin meyakinkan dirinya bahwa orang yang disampingnya adalah kawannya.

Pelajaran yang saya dapatkan adalah :

  1. Sebuah janji, dan kepercayaan harus kita pegang kukuh, bagaimanapun keadaannya.
  2. Melanggar satu buah aturan mungkin akan membuat kita menggerutu, tetapi insting dan keyakinan melakukan hal yang benar akan membuat kita melampaui nilai dari aturan
  3.  Dalam sebuah proses pencarian, terutama pencarian jati diri, proses pencarian itulah yanh penting. Proses pencarian itulah yang membuag kita menemukan bukan penemuannya yang berarti
  4. Hal yang paling penting bukan apakah kabar yang dibawa itu membawa rasa senang atau sedih, tetapk keberhasilan menyampaikan sebuah pesan sesuai janji, dengan gagah berani, dan dengan pantang menyerah, walaupun bahaya menghadang.
  5. Setelah semua petualangan di lakukan, kita akan mampu berdiri di tempat sama tetapi dengan pandangan yang berbeda, pandangan yang lebih luas, lebih dalam dan jauh.

Nilai – nilai di dalam buku ini sangat bagus untuk di pelajari seorang anak. Tanpa teknologi yang membuat kita pusing, dengan membaca ini kita disuguhi pemandangan yang memutar imajinasi tentang keindahan alam abad pertengahan.
RE 2 FT, Yogyakarta. 5 April 2017

Lintang Fajar

Hidayah oh Hidayah

Sudah sejak lama aku mengenang kata itu. Aku sudah sering mendengar tapi belum begitu kerasan. Definisi dari hidayah yang sering aku dengar entah mengapa belum mau juga membujukku untuk tunduk pada syariat. Aku masih merasa bahwa aku belum pas dengan role model begitu. Sampai pagi ini

Ada sebuah teguran dari ‘sebut saja namanya Ang’. Bahwa apa yang telah aku jalani tentang niatan yang telah aku coba. Mencoba untuk bertaubat, tetapi sehari setelah itu kambuh lagi. Itu semua adalah sinyal hidayah dari Allah, yang diturunkan kepadaku. Terima kasih Ang.

“Hidayah itu dijemput, bukan di nanti”. Aku pernah mendengar kata kata tersebut. Namun, saat itu aku belum memahaminya sepenuhnya. Hari ini, pemahamanku sedang terbuka. Aku tidak bisa berjanji, juga tidak bisa mengatakan bahwa aku telah bertobat. Aku hanya bisa mengatakan bahwa aku akan menjemput hidayah itu. InsyaAllah. 

Akan kucoba untuk melakukannya secara perlahan. Karena aku bukan seseorang yang cukup hebat untuk menerapkan semuanya secara radikal. Ada hal – hal dalam agama yang bisa aku terima dengan penuh, dan ada juga hal – hal yang masih membutuhkan pengartian ulang untukku bisa menerimanya. 

Terima kasih Ang, aku akan mencoba menjemputnya. Doakan aku istiqomah di jalan-Nya. Aamiin.

Kana 10, Yogyakarta. 5 April 2017

Lintang Fajar

Rasa yang terus berubah, Oh Kawan

hqdefault

Ketika aku melangkah kaki di sepanjang koridor kampus hijau ini tak kusengaja kutemukan dua orang sahabatku. Namanya Ani dan Ali. Dua orang dengan kepribadian yang saling berterbelakang. Mereka ada di sudut kantin jalan protokol keteknikan. Ku sambangi mereka. Saat itu aku melihat ada yang berbeda dengan keduanya. Ani dengan Hijab lebarnya tengah memukul badan dari si Ali, dan berteriak “Dasar Playboy”. Kudekati mereka. Aku duduk di kursi depan mereka, kursi putih dengan lengan aluminium dan meja kotak, meja yang khas untuk makan.

Lintang : “Hai, sepertinya asik”. (Sambil aku menggeser kursi di depan mereka). Continue reading “Rasa yang terus berubah, Oh Kawan”

Pencarian dan Perempuan

ohmiss

Sabtu 1 April 2017, Menjadi hari yang tak terduga untukku. Seseorang yang aku pikir tidak mengenaliku ternyata masih mengenalku. Berawal dari chat yang iseng di LINE, tidak kusangka ia akhirnya akan menjawab chat ku. Aku pikir dia bukanlah seseorang yang sangat Waw. Hanya saja ketawaduan dan perbincangan yang manis dulu serta kepribadian yang lembut dan menyentuh membuatku takut. Ia yang pandangannya begitu kalem, membuatku tidak bisa berjalan dengan biasa, membuatku merasa aku tidak pantas untuk mendekatinya bahkan sekadar untuk mengobrol, pandangan yang terjaga, juga tutur kata dan pola pikirnya membuatku harus berpikir berulang kali hanya untuk membalas satu buah chat darinya. Continue reading “Pencarian dan Perempuan”

Pos Pertama !|

This is the post excerpt.

Gambar berikut adalah gambar dari postingan pertama wordpress secara default.

post

Seperti hidupku yang penuh dengan ranjau yang kutebarkan sendiri. Harapanku aku mulai untuk bisa melangkah dengan lebih berani, merayap dengan lebih bebas, berdiri dengan lebih tegap, menatap dengan lebih tenang, dan mengakhiri dunia ini dengan senyuman.

Karena aku introvert, aku tidak terlalu suka membagi apa yang kurasakan dengan orang lain, tetapi tidak berbagi juga mendatangkan keresahan tersendiri. Di website ini lah, aku mencoba untuk melampiaskan apa yang ku pikirkan dan ku rasakan. Bagi yang berkenan untuk sharing. Come with me ?

Mengapa tidak facebook ? Facebook terlalu umum. Selain itu, dengan blog aku merasa lebih punya kendali penuh atas pos yang telah aku terbitkan. Tentu saja tampilan web juga bisa di atur sendiri. Hehe
Kos kana 10, Yogyakarta

Lintang Fajar