Rumput Tetangga Lebih Hijau

Exif_JPEG_420

sumber : dok pribadi

Itu adalah ungkapan yang menunjukkan sisi yang berseberang akan selalu terlihat lebih baik. Khususnya sisi yang tidak dimiliki. Ungkapan ini amat cocok untuk diriku sekarang setelah perjalanan penuh tikungan dan gelombang.

Semua bermula di SMA ketika pemilihan jurusan, saya sudah mantap ingin mengambil prospek jurusan IPS tetapi karena ajakan teman aku mengambil IPA. Alasan teman – temanku kalau jurusan IPA bisa menyeberang ke berbagai jurusan lain. Aku terima alasan itu sebab memang terlihat logis dan banyak bukti. Yah, walaupun setelah aku lulus aku juga melihat banyak temanku dari IPS mengambil jurusan yang relevan dengan sains, misalnya Keperawatan.

Lanjut selesai SMA aku menempuh kuliah di salah satu PTN di Surabaya jurusan Kelautan. Sayangnya hanya bertahan selama 8 bulan. Waktu itu ada tawaran beasiswa untuk sekolah swasta di Tangerang. Aku ambil beasiswa itu dan pergi ke Tangerang dengan harapan bahwa di jurusan baruku itu aku bisa mengoptimalkan diri karena aku pikir jurusan itu sesuai dengan jiwaku. Mujur tak dapat diraih malang tak dapat di tolak, beasiswa itu hanya menawarkan beastudi, sementara ada biaya fasilitas yang harus aku di bayar sebesar Rp 12.000.000,–. Bagaimanapun aku tak mampu membayar. Jadi kulepas juga kuliah di Tangerang.

Akhirnya sampailah kuliah di Yogyakarta. Aku mengambil jurusan Mekatronika yang kupikir aku mampu untuk survive. Kenyataannya sampai di semester 5 ini, aku masih memaki – maki pilihanku sendiri karena susahnya otakkku mengikuti idealisme pembelajaranku. Bagiku jika sudah mengambil sesuatu maka harus di selesaikan sebaik – baiknya. Idealisme yang menjengkelkan. Jujur saja aku belum dapat feel di sini, Bayangan untuk kuliah di Universitas Indonesia masih terlintas kuat.

Bukankah setidaknya aku bersyukur bahwa aku masih diberi kesempatan menemukan hal terbaik untukku ? Akankah aku melihat rumput tetangga ? Alangkah baiknya jika aku bisa menyukuri yang kupunya dan belajar mengoptimalkannya. Aku yakin bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini, pun begitu dengan perjalannku. Jauh di lubuk hatiku, jurusanku yang sekarang adalah yang terbaik untukku. Kombinasi teknologi dan pendidikan memberi wacana yang mendalam mengenai mesin pendukung ekonomi yaitu pengelolaan sumber daya alam dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Hanya karena terlihat merah menyala bukan berarti rumput itu tidak indah bukan ? Jika mau menyiram dan merawat dengan telaten bukan tidak mungkin rumput yang sekarang akan jauh lebih hijau dari tetangga.  Semoga.

 

16 November 2017. Perpus UNY, Yogyakarta

Lintang Fajar

 

Advertisements

Membaca Spesifikasi Laptop Dell Latitude E6230

Aku selalu penasaran pada tiap kode spesifikasi suatu produk. Kali ini aku mencoba membaca spesifikasi laptopku sendiri. Spesifikasinya :

 Processor
Intel Core i5-3360 processor
Memori 4GB DDR3 1600Mhz
Graphics intel HD Graphics 4000
Hard Drisk Drive 320GB SATA 7200rpm
Ukuran Layar 12,5”HD (1366×768) AntiGlare LED
Chipset Intel QM77 Express
Audio
Terintegrasi
Wireless Type Intel Centrino Advanced-N 6205
Ethernet
Gigabit Ethernet (10/100/1000 NIC)
Bluetooth Bluetooth 3.0
Card reader Fingerprint reader & contactless smart card reader
I/O Ports
1x USB 2.0, 2x USB 3.0, LAN, VGA, Audio, HDMI
Sistem Operasi Windows 7 Pro
Baterai 6 cell primary battery
Dimensi (W x H x D)
Width: 12.2″ / 309mm
Height: (front/back) 0.88″/22.4mm to 0.97″/24.7mm
Depth: 8.9″ / 226mm
Berat 3.05lbs / 1.383kg

Keterangan :

  • Processor : perangkat chip yang berfungsi mengontrol seluruh proses komputasi di dalam suatu laptop. Processor yang disematkan Intel Core i5 – 3360, artinya processor ini dibuat oleh perusahaan Intel Corporation dengan seri i5 (processor dengan dua inti Quadcore – dibuat untuk penggunaan mid level) –3360 (generasi core i5 ketiga, kode produk 360).
  • Memori : Memori yang dimaksud adalah RAM yang tertanam di dalam Notebook 4GB (4 Gigabyte) DDR3 (Double Data Rate type 3), 1600 MHz (Clock Speed 1600 Mega Hertz per detik).
  • Graphics : Kartu pendukung grafik menggunakan grafis terintegrasi Intel HD Grafik 4000
  • Hard disk Drive : 320 GB (Giga byte)
  • Ukuran layar : 12,5″ (inch). Resolusi layar 1366 X 768. layar terbuar dari LED Anti silau (teknologi yang menjadikan layar tetap jernih menyesuaikan kondisi sekitar).
  • Chipset : perangkat pengontrol hardware komputer seperti procesor, kartu grafis, port USB dll. Intel QM77 Express produk yang dipakai, chipset Intel seri 7 Mobile.
  • Ethernet : teknologi pengontrol kabel LAN. Gigabit Ethernet (10/100/1000 NIC) artinya mampu mengomunikasikan data sampai kecepatan 1000 Mbps. NIC (Network Interface Controller).
  • Bluetooth : Buetooth seri 3.0 yang mampu mengantarkan data sampai 24 Mbps
  • I/O Ports : Input/Output Port. satu buah USB (universal serial bus) seri 2.0, dua buah USB  seri 3.0, LAN (Local Area Network), VGA (Video Graphics Array) sambungan ke proyektor, Audio (Lubang Headset/speaker), HDMI (High Definition Multimedia Interface).
  • Sistem Operasi : Windows 7 Profesional

Sumber referensi : http://www.dimensidata.com/products/3418.aspx#.WfLflB2yTIU, google

 

Masih banyak yang aku bingungkan, tapi cukup sekian dulu kali ini. Penjelasan masing – masing akan dibahas nanti. Semoga aku bisa mengetahui secara total kode – kode produk tersebut. Aamiin.

 

Perpustakaan UNY, 27 Oktober 2017

Lintang Fajar

Laptop Pertama

Lebih tepat jika disebut laptop pertama yang bisa aku kelola secara maksimal dengan status kepemilikan pribadi. Sebelumnya sih ada laptop yang aku pakai tapi itu punya orang lain. Fujitsu Lifebook T120 itu seri laptop lama yang kupakai.

Kucatat tanggal 16 Oktober 2017 sebagai awal dari pembangunan semua impian. Jujur aku masih belum begitu yakin pada apa yang aku inginkan tetapi berkubang pada keraguan juga tidak membuatku lebih baik. Impian terbesarku masih aku genggam “menjadi CEO” perusahaan global. Apakah mungkin ? bukan tugasku untuk menjadi mungkin, tugasku hanyalah sebatas mengusahakan yang terbaik. Setidaknya itulah impian yang aku pilih.

Exif_JPEG_420

Dell Latitude E6230

Ini adalah laptop pertama yang aku miliki, walau aku dapat “belum” dengan jerih payahku. Dengan seluruh rasa syukur yang aku punya, aku berharap dan berdoa ini akan menjadi langkah pertama untuk semuanya. Aamiin.

Sebetulnya aku malas menulis di blog tetapi desakan “kalau ini harus dilakukan” terus bergulir. Semoga aku bisa tetap istiqomah menulisnya. Bukan untuk menjadi blogger aku menulis. Aku menulis sekadar untuk membantuku mengingat, membantu orang lain mengingatkanku, dan saling berbagi apa yang aku pikirkan.

 

Kos Argulo, Yogyakarta 28 Oktober 2017

Lintang Fajar

[NF] Sang Calon Profesor

Hari ini aku membaca (lagi) tekadmu, menuntut ilmu hingga menjadi guru besar. Melihat seluruh semangatmu, selalu, menerbitkan rasa iri di sini (hati). Akupun ingin bisa bersemangat dan berprestasi sejauh dirimu tetapi zone untuk mengejar prestasi tinggi telah aku turunkan.

Kau masih tetap menjadi matahari inspirasiku. (Jika boleh) aku tetap bertahan untuk berada disisimu, disampingmu mendampingimu meraih semua mimpi itu.

Jika cita-citamu adalah Professor. Cukuplah aku menjadi Teknisi. Teknisi yang handal dengan semangat menyebarkan ilmu sebesar guru besar atau lebih besar.

Ya Allah, Ya Tuhanku. Wujudkanlah impian dirinya. Tepat di adzan Isya 18.47 ini, aku berdoa, semua yang tertulis di atas Engkau perkenankan hadir. Aamiin.

Yang mendoakanmu,

Lintang Fajar

(NFI) Menjadi Penonton

images

Sumber : images.google.co.id

Selama ini aku selalu melihatmu, akulah sang penonton itu. Mulai dari saat pertama kita dan terakhir kali bertemu digedung serbaguna SMA N 2 Kebumen tahun 2011. Mengingatmu berdiri menyampaikan orasi dengan semangat menggebu, rasa iri itu terus ada sampai kini. Maafkan aku yang meninggalkan amanah bersama.

Aku menyaksikan berbagai aktivitas kesibukanmu di berbagai organisasi yang kau ikuti. Kompetisi yang kau arungi, peta persaingan dan semangat yang kau tunjukkan sejak SMA sampai dirimu diterima oleh Perguruan Tinggi di kaki gunung Slamet, Purwokerto. Kuikuti kisahmu bertarung di PIMNAS, kompetisi karya ilmiah dan terakhir penelitian eucheuma cottoni. Akan terus aku saksikan dan kudoakan semua perjuanganmu.

Semua itu, aku hanya sebagai penonton. Aku hanya bisa berkomentar. Sekarang kau istirahatlah sejenak dan saksikan diriku bermain. Maaf jika aku tidak bisa menceritakan semua kisahku.

Aku si Lintang Fajar, yang merindukanmu. Sabarkah kau Azifah N menunggu dan menyaksikanku bermain ? dan suatu ketika, kita habiskan waktu untuk mengisahkan perjalanan kita masing – masing, menguraikan, memilah, mempersepsikan, kemudian menyusun dan menyatukannya menjadi satu lembar mozaik takdir Tuhan.

 

di kaki Eiffel dalam blue moment senja.

Sebuah impian bersamamu, Sidorejo, Ambal, Kebumen
2 September 2017, Lintang Fajar

Kebingungan pagi hari

Pagi hari ini aku terusik oleh sebuah cerita http://wp.me/p2Ooro-5Tk

Kesederhanaan yang ditonjolkan oleh orang – orang golongan bawah, oleh orang – orang yang tidak begitu mementingkan sistem ekonomi selalu membuatku merasa tenang sekaligus malu. Aku yang selalu memiliki impian besar, hakikatnya untuk apa ? Aku merasa ada yang salah jika aku hanya melakukan sesuatu tanpa tujuan di dalamnya. Yah, aku sangat iri dengab orang – orang yang tidak memikirkan tujuan, just flow dan bersyukur.

Pada akhirnya sesuatu yang begitu mendalam dalam diriku hanya ada dua yaitu; melihat orang – orang tidak mengeluh, tersenyum bahagia, dan mencapai tingkat keilmuan yang tinggi, baik ilmu dunia maupun akhirat. 

Orang yang zuhud di dunia modern, adakah ? Pasti ada, tetapi bagaimana rupanya ? Aku selalu tertarik akan hal itu. 

Biodata Ta’aruf

Biodata

Apakah memang begitu berarti biodata

Jika kau memilihku karena kekayaanku

Aku tidak memiliki apa – apa

Jika kau memilihku karena fisikku

Aku hanya orang kampung yang tidak tertarik membentuk fisik

Jika kau memilihku karena keturunanku

Aku bukan dari keluarga saudagar apalagi raja atau pejabat

Jika kau memilihku karena agama

Sungguh aku masih belajar. Jauh panggang dari api

Jika kau memilihku karena Allah

Dialah yang akan menjagamu

Aku laki – laki lemah yang penuh kelemahan

Akankah ketulusanmu membawa rasa dalam hati-Mu ?

Maka Nikmat Tuhan manakah yang aku dustakan ?

Teramat sungguh ku menantimu

Tertakut sudah anugerah-Nya

Bagiku, menulis biodata untuk menikah ? 

Aku tidak mau membawamu selevel dengan pekerjaan atau proyek penelitian maupun keterkaitan dunia yang membutuhkan proposal hitam diatas putih. Kau lebih agung dari seluruh permata di dunia. 

Ijnkan aku memperkenalkan diri secara personal kepada mu, wali dan atau orang tuamu. 

Tiada yang lebih indah dari kisah cinta. Cinta insan kepada TuhanNya.

Yogyakarta, respon ta’aruf perempuan solehah

9 Mei 2017