Lima (5) Negara dengan Tujuan Ekspor Kopi Indonesia Terbesar Tahun 2016

ekspor kopi terbesar indonesia
5 Negara Ekspor Kopi Terbesar 2016

Salah satu komoditi ekspor nonmigas Indonesia adalah kopi. Kopi termasuk jenis tanaman perkebunan, bersama dengan teh, dan rempah-rempah. Kopi juga menjadi salah satu andalan ekpor Indonesia ke berbagai negara. rappler.com pada tahun 2017 periode Januari-Mei ada peningkatan ekpor dari variasi tanaman perkebunan sebesar 38,6% dibanding periode yang sama tahun 2016. Negara mana saja yang menjadi tujuan ekspor terbesar kopi dari Indonesia? berikut data yang dihimpun oleh @kementan bersumber dari BPS untuk tahun 2016.

Lima (5) Negara dengan Tujuan Ekspor Kopi Indonesia Terbesar Tahun 2016;

  1. Amerika 67,324 ribu ton (16,24%) senilai US$ 269,94 juta
  2. Jerman 42,63 ribu ton (10,28%) senilai US$ 90,19 juta
  3. Malaysia 40,39 ribu ton (9,74%) senilai US$ 71,43 juta
  4. Italia 35,82 ribu ton (8,64%) senilai US$ 66,4 juta
  5. Jepang 35,35 ribu ton (8,53%) senilai US$ 86,51 juta

Tambahan @kementan juga merilis laju ekspor dan impor produk kopi.

ekspor impor kopi q1.jpg
Angka Ekspor dan Impor Kopi 2017

Ekspor kopi tahun 2017 mengalami kenaikan dibanding tahun 2016 sebesar 19% dengan volume transaksi 467.799 ton atau senilai Rp16 Triliun. Sedangkan impor kopi tahun 2017 penurunan dibanding tahun 2016 sebesar 43% dengan volume transaksi 14.221 ton atau senilai Rp542 miliar.

Semoga untuk kedepannya para petani dan segenap elemen pengusaha kopi mampu mengoptimalkan sumber daya sehingga catatan ekspor dan impor negara kita semakin baik serta berdampak positif bagi keseluruhan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumber: rappler.com, @kementan


Yogyakarta, 10 April 2018

Si 74maludin

 

Advertisements

Telah Dibuka: Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Statistika (Polstat) – STIS 2018/2019

Penerimaan mahasiswa baru Polstat 2018

Kuy yang ingin kuliah di STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik) dibawah Badan Pusat Statisik (BPS) ikatan dinas, yang berarti setelah lulus dijamin kerja. Untuk keterangan lebih lanjut yuk disimak ulasan berikut ini;

Pendaftaran

  • Mendaftar secara daring (online) di https://sscndikdin.bkn.go.id/. (🙏 di pamflet tulisannya sscn.bkn.go.id -server not found-, setelah saya cek yang benar https://sscndikdin.bkn.go.id/).
  • Melengkapi data di http://stis.ac.id/spmb/ untuk mendapatkan nomor pendaftaran dan kode pembayaran (🙏spmb tulisannya kecil semua, sayangnya sewaktu saya coba belum bisa diakses).
  • Membayar biaya seleksi
  • Mencetak kartu Tanda Peserta Ujian Masuk (KTPUM)

Tanggal Pendaftaran: 9–30 April 2018

Program Studi Pilihan

Program DIV (450 Mahasiswa)

  • Lulusan SMA/MA Jurusan IPA; atau
  • Siswa SMA/MA Jurusan IPA Tahun Ajaran 2017/2018 kelas XII;
  • Nilai Matematika dan Bahasa Inggris minimal 7,00 pada rapor kelas XII semester I;

Program DIII (150 Mahasiswa termasuk 10 mahasiswa program afirmasi)

  • Lulusan SMA/MA Jurusan IPA; atau
  • Siswa SMA/MA Jurusan IPA Tahun Ajaran 2017/2018 kelas XII;
  • Nilai Matematika dan Bahasa Inggris minimal 7,00 pada rapor kelas XII semester I;
  • Khusus peserta yang berdomisili pada Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka Belitung.
  • Program Afirmasi hanya boleh dilamar oleh putra-putri asli provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara

Biaya Pendaftaran: Rp300.000,00

Umur minimal 16 tahun dan maksimal 22 tahun per 1 Oktober 2018

Untuk informasi lengkap bisa dilihat di informasi umum penerimaan mahasiswa baru Polstat.

🙏🙏🙏 maaf pamflet-nya tidak akurat, nyomot dari @STISJKT.

Sumber: @STISJKT, stis.ac.id, https://sscndikdin.bkn.go.id/


Yogyakarta, 9 April 2018

Si 74maludin

 

Bauran Energi Primer Pembangkit Listrik 2017

Infografik terbaru disampaikan oleh kementrian ESDM melalui akun twiiter-nya @KementrianESDM mengenai bauran energi primer atau persebaran pembangkit listrik yang digunakan. Data yang disampaikan digambarkan dalam chart sebagai berikut.

Bauran Energi Primer Pembangkit Listrik 2017

Energi Primer Pembangkit Listrik Tahun 2017

  1. Batubara (PLTU) – 57,22%
  2. Gas (PLTG/PLTGU) – 24,82%
  3. Energi Terbarukan (PLTA, PLTB, PLTS, dll) – 12,15%
  4. Bahan Bakar Minyak – 5,81%

Saat ini batubara masih menjadi basis utama pembangkit listrik, jadi listrik-listrik yang kita pakai saat ini terutama di daerah Jawa disuplai oleh pembangkit batubara. Proyek-proyek pembangunan PLTU batubara juga masih dilakukan untuk mengejar target 35.000 MW. Namun berita baiknya kementrian ESDM terus mendorong pembangunan energi terbarukan, yang terbaru adalah perencanaan pembangkit listrik tenaga arus laut di Kupang, NTT.

Porsi BBM dalam Penggunaan Energi Primer Pembangkit Listrik

  • 2014 : 11,81%
  • 2015 : 8,58%
  • 2016 : 6.96%
  • 2017 : 5,81%
  • 2018 : 5.00% (target)

Porsi dari tahun ke tahun terus menurun, semoga kedepannya porsi dari batubara juga bisa diturunkan. Sehingga pembangkit listrik di Indonesia bisa lebih ramah lingkungan dan tidak bergantung pada energi fosil.

Konsumsi Listrik (Kwh/kapita)

Kwh/Kapita artinya jumlah listrik yang dikonsumsi oleh tiap penduduk Indonesia. Perhitungannya adalah total jumlah konsumsi listrik nasional dibagi jumlah penduduk Indonesia, tanpa melibatkan persebarannya. Kwh/Kapita adalah angka kasar untuk melihat penggunaan energi listrik suatu negara.

  • 2014 : 878 Kwh/Kapita
  • 2015 : 918 Kwh/Kapita
  • 2016 : 956 Kwh/Kapita
  • 2017 : 1.021 Kwh/Kapita
  • 2018 : 1.129 Kwh/Kapita (target)

Konsumsi listrik terus meningkat seiring peningkatan elektrifikasi/ akses listrik penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Konsumsi listrik yang meningkat juga mendorong pengembangan peralatan dan transportasi listrik, misal motor/ mobil listrik, kompor listrik, dll.

Susut jaringan (%)

Susut (losses) menurut SK Menkeu Nomor : 431/KMK.06/2002, didefinisikan “Susut (losses) adalah sejumlah energi yang hilang dalam proses pengaliran energi listrik mulai dari Gardu Induk sampai dengan konsumen. Apabila tidak terdapat gardu induk, susut (losses) dimulai dari gardu distribusi sampai dengan konsumen”. Bila disederhanakan susut jaringan berarti hilangnya energi listrik dalam proses penyaluran dari gardu induk sampai ke konsumen. Keadaan ini bisa terjadi oleh berbagai sebab, salah satunya pencurian listrik. Untuk mencegah situasi seperti itu upaya yang telah dilakukan kementrian ESDM diantaranya; a) peningkatan pengawasan untuk mencegah pencurian listrik, b) modernisasi sistem penyaluran dan metering.
  • 2014 : 10,58%
  • 2015 : 10,66%
  • 2016 : 10,34%
  • 2017 : 9,60%
  • 2018 : 9,60% (target)

Sepertinya susut jaringan ini masih menjadi pekerjaan rumah yang keras bagi PLN. Semoga kedepannya pembangkit listrik, konsumsi listrik, efektivas distribusi listrik, kejujuran penggunaan, porsi energi terbarukan dapat berkembang lebih baik lagi.

Semangat membangun !!!

Sumber: @KementrianESDM, teranginegeriku.blogspot.co.id, okezone


Yogyakarta, 8 April 2018

Si 74maludin

Inspirasi Kapabilitas Ganjar Pranowo

Kemarin malam, di TVRI ada siaran “Kupas Kandidat” calon gubernur Jawa Tengah pukul 20.00-an WIB. Iseng saya tonton bersama teman, karena kami sesama penduduk Jawa Tengah, tepatnya ber-KTP Kebumen, 😊 (Ada yang mau main ke Kebumen?). Sebenarnya saya bukan penggemar politik, namun saya tertarik dengan cara Pak Ganjar menjelaskan. Waktu itu yang pertama kali saya melihat tayangannya pas di pertanyaaan mengenai kemiskinan. Jangan tanya apa saja yang ditanyakan, saya tidak sehafal itu kawan. Inspirasi yang saya dapatkan dari menonton “Kupas Kandidat” calon gubernur ini lebih ke arah fakta keadaan masyarakat serta usaha Pak Ganjar dalam mengatasinya.

1. Kemiskinan

Kemiskinan menjadi salah satu masalah serius di Jawa Tengah, angkanya tidak main-main menyumbang lebih dari 10% dari total penduduk Jateng. Di Kebumen saja saya pernah membaca pada tahun 2013 kemiskinan menyentuh angka 20%, pembaruan data 2017 turun menjadi 12-an% mendapat peringkat ke-2 tertinggi di Jateng. Aku yang baru mengetahuinya langsung berpikir “Hmm. Besar juga ya angkanya, kayaknya keluargaku juga termasuk deh 😂.”

2. Sumber Daya Manusia

Data kualitas SDM di Jateng juga tidak begitu menggembirakan. Entah berapa angkanya, namun dari penuturan Pak Gubernur dapat saya kesankan kalau SDM di Jateng masih cukup terbelakang. Ada satu scene yang saya ingat, Pak Gubernur bercerita “Saya pernah tanya ke bapak-bapak di Desa, ‘bapak lulusan apa?’ dijawab ‘saya lulusan SD pak’, ‘punya keterampilan gak’, ‘tidak punya pak'” Selebihnya saya lupa.

Di Jawa Tengah penduduk miskin (masih terikat masalah poin 1) dapat dibedakan menjadi 3; a) punya keterampilan tidak punya modal, b) punya modal tapi tidak punya keterampilan, c) tidak punya modal dan tidak punya keterampilan. Oleh karena itu di desa-desa diberikan pendampingan-pendampingan untuk mengatasi permasalahan itu.

3. Korupsi

Nah cerita yang menarik disini yaitu ketika Pak Gubernur ditanya panelis “Bagaimana mengatasi koruptor di pemerintahan?” lalu Pak Gubernur menjawab, “Gampang kok Pak. Orang korupsinya masih konvensional, minta jabatan, minta komisi ini itu …” Aku yang dengar hanya bisa tertawa 😂. Apakah ini bukti bahwa SDM Jateng memang benar-benar rendah ?

Yang perlu dicontoh dari usaha Pak Gubernur mencegah korupsi:

  • Ketika ada pejabat baru dilantik tidak lama setelahnya disekolahkan ke KPK.
  • Selama menjabat diberi pendampingan dari tim KPK.
  • Jika tetap kena OTT, berarti pejabat itu ndableg 🤣.

4. Sektor Pekerjaan

Jateng masih mengandalkan sektor Pertanian (termasuk juga perkebunan, pertambakan, dan peternakan) yang mencakup penyerapan 20% pekerjaan disusul dengan sektor industri pengolahan sekitar 12%. Alamak besar beud orang yang kerja di pertanian. Pertanyaan untuk diriku sendiri ? Apa yang bisa aku lakukan dengan data ini ?

5. Kematian Ibu Hamil Melahirkan

Slogannya keren oy “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng“. Wkwkwk

Yang lainnya ada beberapa sih, tapi lima itu yang menjadi ketertarikan terbesarku. Toh postingan ini bukan mau membahas data-data itu. Akan tetapi yang menyebabkanku manthengin (memandang terus) acara ini sampai selesai tidak lain adalah Cara Menjelaskannya. Seperti melihat seorang aktivis yang ahli debat dengan data-data yang akurat, benar-benar berasa faktual. Semua pertanyaan dijawab dengan benar-benar meyakinkan. Pengen sekali punya kepercayaan diri seperti beliau dah 🤤🤤🤤. Kayaknya bakalan nge-fans dah aku sama beliau 🤣.

Poin terakhir yang saya garis bawahi adalah perkembangan ekonomi secara keseluruhan di Jawa Tengah masih jauh tertinggal. Saya pikir inilah alasan utama mengapa tidak ada sesuatu Wow seperti pemberitaan di daerah lain. Sebagai salah satu harapan 😎 Jawa Tengah saya merasa harus melakukan sesuatu untuk mereka.

Terima kasih Pak Ganjar sudah membuat Jawa Tengah bisa maju sedemikian rupa. Semoga bapak bisa menuntaskan usaha bapak lima tahun lagi.

Untuk yang penasaran ini ada sedikit cuplikan acara kemarin malam yang dipublikasikan channel Rekaman Berita di Youtube.

Selamat Bekerja, Selamat Menginspirasi !!!

Sumber: siaran Kupas Kandidat TVRI, Kompas


Yogyakarta, 7 April 2018

Lintang Fajar

 

Perkembangan Industri oleh Indonesia Industrial Summit 2018

Tulisan ini untuk mengingatkan saya kembali tentang perkembangan industri di dunia secara umum. Pada semester ini saya mendengar pertama kali perkembangan industri pada acara Meet up SMC Corporation di KPLT UNY setelah itu belum mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan tersebut. Hari ini, Kamis 5 April 2018 bersamaan dengan siaran langsung Liverpool vs Manchester City saya melihat twit dari akun @KementrianESDM mengenai pembahasan perkembangan industri dan strateginya.

Embedded
Brosur Indonesia Industrial Summit 2018

Tema Indonesia Industrial Summit adalah “Implementasi Industri 4.0 dalam rangka Transformasi Landskap Industri Nasional menuju Top 10 Ekonomi Dunia 2030”. Acara ini diselenggarakan dari tanggal 4 sampai 5 April 2018 berlokasi di Jakarta Convention Center dibawah sponsor utama Kementrian Perindustrian. Akan tetapi informasi yang saya dapatkan ini berasal dari twit @KementrianESDM.

Embedded
Industri 4.0 dan Sektor Prioritas

Perkembangan Industri menurut Teknologinya 

  1. Industri 1.0 (mulai tahun 1784) : penggunaan mesin uap dalam industri.
  2. Industri 2.0 (mulai tahun 1870) : penggunaan mesin produksi massal tenaga listrik/BBM
  3. Industri 3.0 (mulai tahun 1969) : penggunaan teknologi informasi dan teknologi informasi
  4. Industri 4.0 (mulai tahun 2011) : mesin terintegrasi jaringan internet (internet of things)

Dari Wikipedia disederhakan perkembangan industri sebagai berikut:

perkembangan industri (https://en.wikipedia.org/wiki/Industry_4.0)

Penggerak utama revolusi industri pertama adalah mekanisasi, mesin uap, dan tenaga air. Kemudian revolusi kedua adanya produksi massal, perakitan, dan penggunaan listrik. Revolusi industri ketiga adalah komputer dan otomatisasi. Terakhir yang sedang tren yaitu Revolusi industri keempat adalah sistem fisik maya melalui jaringan internet. Industri 1.0 ditandai dengan kekuatan mesin uap, industri 2.0 ditandai dengan kekuatan listrik, industri 3.0 ditandai dengan kekuatan komputer, dan industri 4.0 ditandai dengan kekuatan internet.

Lima Sektor Industri Prioritas Menuju Industri 4.0 

  1. Industri makanan dan minuman
  2. Industri kimia
  3. Industri tekstil dan pakaian jadi
  4. Industri otomotif
  5. Industri elektronika

Kelima sektor tersebut memberikan kontribusi sebesar 12,67% terhadap total PDB atau 70,86% terhadap PDB  pengolahan nonmigas pada tahun 2017.

Embedded
Strategi Nasional Making Indonesia 4.0

Making Indonesia 4.0 merupakan sebuah roadmap atau peta jalan mengenai strategi Indonesia dalam implementasi memasuki industri 4.0 untuk mencapai 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

Strategi Prioritas Nasional untuk Making Indonesia 4.0

  1. Perbaikan alur aliran material.
  2. Mendesain ulang zona industri.
  3. Peningkatan kualitas SDM.
  4. Pemberdayaan UKM.
  5. Menerapkan insentif investasi teknologi.
  6. Pembentukan ekosistem inovasi.
  7. Menarik investasi asing.
  8. Harmonisasi aturan dan kebijakan.
  9. Membangun infrastruktur digital nasional.
  10. Akomodasi standar keberlanjutan.

Waw!!! Sepertinya proyek dari bapak Presiden dan jajaran kementriannya luar biasa. Saya tertarik untuk menantikan, membangun, berperan serta dan menelusuri kebijakan dari strategi making Indonesia 4.0 tersebut. Saya juga pernah membaca bahwa Indonesia memiliki kelebihan untuk melompati proses perkembangan industri dari industri 2.0 langsung ke 4.0 tapi sejauh ini belum memahaminya. Apa ya artinya ??

Sumber : @KementrianESDMWikipedia

Nb; Selamat Liverpool 👏👏👏


Yogyakarta, 5 April 2018

Lintang Fajar