Agenda Wisata Yogyakarta Bulan April 2018

Bagi teman-teman  yang ingin berkunjung ke Jogja ada baiknya untuk mengetahui wisata apa saja yang disediakan oleh dinas pariwisata DIY. Berikut agenda wisata Yogyakarta bulan April 2018

agenda event april.jpg
Agenda Wisata Jogja April 2018

Agenda wisata ini disusun oleh Dinas Pariwisata DIY bersama pesona Indonesia.

untuk informasi yang lebih lengkap bisa dilihat disini.

Sumber : https://visitingjogja.com/13872/agenda-event-wisata-bulan-april-2018/


Yogyakarta, 2 April 2018

Lintang Fajar

Advertisements

Agenda Wisata Bulan Maret Yogyakarta

agenda wisata MARETedit.jpg

Bulan Maret hampir usai dan aku baru posting mengenai agenda ini ? ya tidak apa-apalah. Niatnya sih aku mau posting setiap bulan di tanggal satu atau 31 gitu. Namun masih belum bisa.

Gambar diatas adalah agenda wisata Yogyakarta dari Dinas Pariwisata DIY. Bagi agan-agan, sis, atau traveler yang ingin mengunjungi kota budaya ini silakan dipantau agenda dari Dinas Pariwisata. Buat liburanmu semakin berkesan dengan agenda yang mapan.

Sumber resminya: Agenda Wisata Bulan Maret Dinas Pariwisata DIY.


Yogyakarta, 20 Maret 2018

Lintang Fajar

Diskusi Sewelasan: Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai

Ada yang mau ikut diskusi ini ? Besok nih. Kayaknya seru…

Diskusi Sewelasan: Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai

Narasumber:

  • Toto Rahardjo  – Sanggar Anak Alam
  • Helmi Mustofa – Redaksi caknun.com

Moderator: Dedik y.Hermawan

Hari/Tanggal; Minggu, 11 Maret 2018

Pukul : 19.30 – Selesai

Tempat: Lantai 2 Ruang Utama Perpustakaan EAN

Jl. Wates Km. 2,5 Gg Barokah 287 Kadipiro Bantul

Yang selo bisa di agendakan ya. Kuy!!!

sumber: @bentangpustaka


Perpustakaan Pusat UNY, 10 Maret 2018

Lintang Fajar

Javanese Wisdom by Anand Krishna

Judul : Javanese Wisdom (Butir – butir kebijakan kuno bagi manusia modern)

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Tebal : 258 + xvi

1512944_ddbbdb78-68ed-11e2-8c8a-12cee3b59b20
sumber : tokopedia.com

Ketertarikan pertama sewaktu membaca sambutan dari Drs. Sulistyo S. Tirto Kusumo, MM selaku Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Direktorat Jenderal Kebudayaan Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa dalam struktur masyarakat Jawa terdapat istilah cipta rasa karsa. Cipta merujuk pada struktur logika untuk memperoleh nilai kebenaran. Rasa merujuk pada unsur estetika untuk mendapat nilai keindahan. Karsa merujuk struktur etika untuk memperoleh nilai kebaikan. Ketiga hal tersebut harus berjalan secara seimbang sehingga para orang sepuh Jawa jarang menyampaikan kesalahan secara langsung, melainkan dengan mempertimbangkan cipta rasa karsa agar orang yang ditegur tidak merasa digurui, sakit hati, dan tersinggung ke-aku-annya. Untuk itu dalam melihat sesuatu harus membudayakan sumusup ing rasa jati, menyelam ke dalam esensi kebenaran. Mungkinkah ini alasan mengapa saya tidak begitu suka metode orang – orang sekarang yang hanya judge salah benar, halal haram ??

Kata pengantar dihadirkan oleh Drs. Gendro Nurhadi, M.Pd selaku Direktur Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi. Konsep “membahasakan” kembali nilai – nilai luhur warisan nenek moyang bukan kemandekan dalam menyongnyong Jaman Edan sekarang ini. Jaman Edan yang telah disebutkan tokoh masa lalu Raden Ngabehi Rangga Warsito dalam beberapa bait Serat Kalathida memberi pertanda “Pasar Ilang Kumandang, Kali Ilang Kedunge, Gunung Ilang Kukuse” (Penghidupan susah, alam tidak lagi cukup memberi sumber kehidupan, bencana terus-menerus terjadi). Sejalan dengan itu, suku Indian juga telah mengutarakan “Only when the last tree has been cut down; Only when the last rives has been poisoned; Only when the last fish has been caught; Only when will you find that money cannot be eaten” (Ketika pohon terakhir telah ditebang; ketika sungai terakhir telah diracun, ketika ikan terakhir telah ditangkap; barulah kau menyadari bahwa uang tidak dapat dimakan). Supaya hal tersebut tidak terjadi, maka kita harus mengingat ajaran – ajaran warisan nenek moyang.

Beberapa butir kebijakannya;

  1. Wong Jowo, Ilang Jawane
  2.  Aja Adigang, Adigung, Adiguna
  3. Bobot, Bibit, Bebet
  4. Cuplak Andheng – Andheng Ora Prenah Panggonane Disingkirake
  5. Dijupuk Iwake Aja Nganti Buthek Banyune
  6. Entek Amek Kurang Golek, Anggone Nyeneni/Nguneni Sakatoge
  7. Fikir Kuwi Pepadhang Dino
  8. Gotong Royong
  9. Harimau Mati Ninggalake Kulit, Manungsa Mati Ninggalake Jeneng
  10. Ing Madyo Mangun Karsa

 

Sumber : Krishna, Anand. 2012. Javanese Wisdom; Butir – Butir Kebijakan Kuno bagi Manusia Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Perpus Pusat UNY, 15 Desember 2017

Lintang Fajar

Ing Madyo Mangun Karsa

10. Ing Madyo Mangun Karsa

Everyone thinks of changing the world,

but no one things of changing himself”

Setiap orang berpikir untuk merubah dunia,

tidak seorang pun berpikir untuk merubah diri.

Leo Tolstoy (1828-1910)

Penulis/Pemikir asal Rusia

Perubahan sebesar apapun dimulai dari satu langkah kecil”

Perjalanan boleh panjang, perubahan yang kita harapkan boleh besar, jangan khawatir! Melangkahlah! Langkah demi langkah akan membawa sampai tujuan. Perubahan yang diharapkan pun akan menjadi kenyataan jika memulai dari perubahan – perubahan kecil. Kita sering terkalahkan oleh pikiran kita sendiri. Ingin memiliki tubuh serorang atlet; ingin menjadi kaya; ingin tenar; ingin ini dan itu; tapi kita lupa melangkah; lupa berkarya.

Kita sering putus asa

Semangat kita mengendur. Mengapa ? Karena harapan kita tidak terpenuhi, atau impian kita menjadi kenyataan. Kita lupa bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang menyebabkan kegagalanku?”

Kegagalan kita disebabkan oleh pikiran yang bercabang. Pikiran kita sibuk memikirkan impian dan keinginan. Perasaan kita sibuk bersama pikiran. Itulah penyebab utama kegagalan kita. Energi kita terpakai, atau lebih tepatnya, terboroskan oleh pikiran dan perasaan yang sibuk bermimpi, berandai – andai. Akibatnya, energi yang kita gunakan untuk berkarya tinggal sedikit dan tidak memadai. Maka kegagalalan pun tak terhindarkan.

Karena itu, kiranya cukup sudah kita bermimpi dan berharap. Sekarang saatnya melagkah. Itulah rahasia keberhasilan setiap orang besar yang sukses.

Sumber : Krishna, Anand. 2012. Javanese Wisdom; Butir – Butir Kebijakan Kuno bagi Manusia Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

 Perpus Pusat UNY, 12 Desember 2017

Lintang Fajar