Kampus baik dan Agenda Baru

Sejak tulisan terakhirku tanggal 12 April 2018 aku merasa tidak perlu lagi menulis. Heuheuhe. Namun, mengingat kembali tujuan pertamaku menulis di blog yaitu sebagai sarana pengingat kegiatan dan catatan  pengetahuanku, aku tak mampu membendung hasrat untuk menulis. Lagi seperti kisah lama -entah di tulisan mana aku juga pernah seperti ini- terulang, kali ini juga aku ingin bisa menulis kembali. Heuheuhe.

Semester 7 sebagai titik pijakanku saat ini. Dari awal rencanaku untuk tidak melanjutkan studi pada semester ini, nyatanya rencanaku itu tidak di dukung oleh si empunya beasiswa sehingga aku terpaksa😂melanjutkannya. Alasanku ingin mundur adalah kebosananku menghadiri kelas serta keinginan untuk mencoba membuat usaha sendiri di rumah. Bisa saja sih aku meneruskan rencanaku tapi aku lebih malas mengurus surat cutinya. heuheuhe🤣🤣. So, diantara dua kemalasan (anggap bosan juga malas😉) aku memilih untuk malas kedua, mengurus surat cuti.

Sudahlah, mari terima saja keadaan saat ini bukan ? seperti apa yang pernah aku tulis Cintai Apa yang Kumiliki. Tulisan baru sebatas tulisan yang tercatat belum sampai meresap ke hati jua. heuheuhe. Bersyukur adalah kunci untuk mendapatkan kebahagiaan senada dengan cerita bloger safa di Kapan bisa bahagia. Sekarang tinggal apakah diriku menerima kenyataan itu apa adanya apa hanya akan terus mengeluh dan mencari alasan. Percuma saja bila semester ini aku tidak sedikit lebih serius, cukuplah sedikit lebih serius tidak perlu serius sekali, karena untukku apabila terlampau kuat justru membalik menjadi beban yang menjebloskan semangat🤗. Mungkin aku bosan dengan ruang kelas yang begitu-begitu saja, tapi suer ✌aku tidak membenci ilmunya. Bahkan aku masih berhasrat untuk memetik semangat kompetisi keilmuwan level nasional serta internasional.😊.

Bisa tidak ya ? Jika berfokus pada optimisme jawabannya sudah barang tentu: Ya bisa. Sebaliknya jika mengambil pesimisme jawabannya adalah: Tidak mungkin. Jujur saja sekarang aku tidak peduli keduanya. Bolehlah aku bergeser pada realisme: Masa bodoh. Sekarang aku hanya ingin memuaskan dahaga ilmu pengetahuan sembari berharap bisa memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jika dulu aku pernah ber-omong kosong di Ketua Dewan Komisaris, juga di Revisi: Insinyur, tak kalah memalukan bermimpi Cita-cita Profesi: Teknisi sekarang konsentrasiku adalah bagaimana lebih bersyukur. Jika boleh aku menyebutkan karir yang ingin ku berkecimpung maka itu adalah tri dharma bukan perguruan tinggi: peneliti, penulis, dan pengajar. Apapun profesi lain yang akan geluti semoga itu tidak akan jauh jatuh dari tri dharma 😊😊😊 tersebut. Itulah agenda baruku.

Karena sungguh baru beberapa waktu ini, aku sadar ku temukan cinta disitu😅. Semangat semua!!!


Yogyakarta-bawah tangga rektorat, 3 September 2018

74maludin

Advertisements

Agenda Wisata Yogyakarta Bulan April 2018

Bagi teman-teman  yang ingin berkunjung ke Jogja ada baiknya untuk mengetahui wisata apa saja yang disediakan oleh dinas pariwisata DIY. Berikut agenda wisata Yogyakarta bulan April 2018

agenda event april.jpg
Agenda Wisata Jogja April 2018

Agenda wisata ini disusun oleh Dinas Pariwisata DIY bersama pesona Indonesia.

untuk informasi yang lebih lengkap bisa dilihat disini.

Sumber : https://visitingjogja.com/13872/agenda-event-wisata-bulan-april-2018/


Yogyakarta, 2 April 2018

Lintang Fajar

Agenda Wisata Bulan Maret Yogyakarta

agenda wisata MARETedit.jpg

Bulan Maret hampir usai dan aku baru posting mengenai agenda ini ? ya tidak apa-apalah. Niatnya sih aku mau posting setiap bulan di tanggal satu atau 31 gitu. Namun masih belum bisa.

Gambar diatas adalah agenda wisata Yogyakarta dari Dinas Pariwisata DIY. Bagi agan-agan, sis, atau traveler yang ingin mengunjungi kota budaya ini silakan dipantau agenda dari Dinas Pariwisata. Buat liburanmu semakin berkesan dengan agenda yang mapan.

Sumber resminya: Agenda Wisata Bulan Maret Dinas Pariwisata DIY.


Yogyakarta, 20 Maret 2018

Lintang Fajar

Diskusi Sewelasan: Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai

Ada yang mau ikut diskusi ini ? Besok nih. Kayaknya seru…

Diskusi Sewelasan: Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai

Narasumber:

  • Toto Rahardjo  – Sanggar Anak Alam
  • Helmi Mustofa – Redaksi caknun.com

Moderator: Dedik y.Hermawan

Hari/Tanggal; Minggu, 11 Maret 2018

Pukul : 19.30 – Selesai

Tempat: Lantai 2 Ruang Utama Perpustakaan EAN

Jl. Wates Km. 2,5 Gg Barokah 287 Kadipiro Bantul

Yang selo bisa di agendakan ya. Kuy!!!

sumber: @bentangpustaka


Perpustakaan Pusat UNY, 10 Maret 2018

Lintang Fajar

Javanese Wisdom by Anand Krishna

Judul : Javanese Wisdom (Butir – butir kebijakan kuno bagi manusia modern)

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Tebal : 258 + xvi

1512944_ddbbdb78-68ed-11e2-8c8a-12cee3b59b20
sumber : tokopedia.com

Ketertarikan pertama sewaktu membaca sambutan dari Drs. Sulistyo S. Tirto Kusumo, MM selaku Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Direktorat Jenderal Kebudayaan Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa dalam struktur masyarakat Jawa terdapat istilah cipta rasa karsa. Cipta merujuk pada struktur logika untuk memperoleh nilai kebenaran. Rasa merujuk pada unsur estetika untuk mendapat nilai keindahan. Karsa merujuk struktur etika untuk memperoleh nilai kebaikan. Ketiga hal tersebut harus berjalan secara seimbang sehingga para orang sepuh Jawa jarang menyampaikan kesalahan secara langsung, melainkan dengan mempertimbangkan cipta rasa karsa agar orang yang ditegur tidak merasa digurui, sakit hati, dan tersinggung ke-aku-annya. Untuk itu dalam melihat sesuatu harus membudayakan sumusup ing rasa jati, menyelam ke dalam esensi kebenaran. Mungkinkah ini alasan mengapa saya tidak begitu suka metode orang – orang sekarang yang hanya judge salah benar, halal haram ??

Kata pengantar dihadirkan oleh Drs. Gendro Nurhadi, M.Pd selaku Direktur Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi. Konsep “membahasakan” kembali nilai – nilai luhur warisan nenek moyang bukan kemandekan dalam menyongnyong Jaman Edan sekarang ini. Jaman Edan yang telah disebutkan tokoh masa lalu Raden Ngabehi Rangga Warsito dalam beberapa bait Serat Kalathida memberi pertanda “Pasar Ilang Kumandang, Kali Ilang Kedunge, Gunung Ilang Kukuse” (Penghidupan susah, alam tidak lagi cukup memberi sumber kehidupan, bencana terus-menerus terjadi). Sejalan dengan itu, suku Indian juga telah mengutarakan “Only when the last tree has been cut down; Only when the last rives has been poisoned; Only when the last fish has been caught; Only when will you find that money cannot be eaten” (Ketika pohon terakhir telah ditebang; ketika sungai terakhir telah diracun, ketika ikan terakhir telah ditangkap; barulah kau menyadari bahwa uang tidak dapat dimakan). Supaya hal tersebut tidak terjadi, maka kita harus mengingat ajaran – ajaran warisan nenek moyang.

Beberapa butir kebijakannya;

  1. Wong Jowo, Ilang Jawane
  2.  Aja Adigang, Adigung, Adiguna
  3. Bobot, Bibit, Bebet
  4. Cuplak Andheng – Andheng Ora Prenah Panggonane Disingkirake
  5. Dijupuk Iwake Aja Nganti Buthek Banyune
  6. Entek Amek Kurang Golek, Anggone Nyeneni/Nguneni Sakatoge
  7. Fikir Kuwi Pepadhang Dino
  8. Gotong Royong
  9. Harimau Mati Ninggalake Kulit, Manungsa Mati Ninggalake Jeneng
  10. Ing Madyo Mangun Karsa

 

Sumber : Krishna, Anand. 2012. Javanese Wisdom; Butir – Butir Kebijakan Kuno bagi Manusia Modern. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Perpus Pusat UNY, 15 Desember 2017

Lintang Fajar