Kumur-kumur Cuci Gudang Buku Kompas Yogyakarta

Di Postingan sebelumnya saya sudah membagikan promo istimewa mizan group. Kali ini ada promo dari salah satu rivalnya, Kompas. Kompas membuat program “Kumur-kumur Cuci Gudang Buku Kompas” yang kali ini diselenggarakan di Bentara Budaya Yogyakarta bekerja sama dengan Bentara Budaya Yogykarta.

DUHp5vOV4AAHQg7.jpg

Apa aja sih yang bisa kita dapatkan di acara ini ?

  • Obral Rp5.000,00 pada buku-buku pilihan
  • Diskon 40% buku-buku reguler
  • Bebas Akses Kompas Digital Premium 1 Bulan (minimal transaksi Rp100.000,00)
  • Mengenal Bentara Budaya Yogyakarta

Waktu : 1 – 5 Februari 2018 pukul 09.00 WIB – 20.00 WIB

Tempat : Bentara Budaya Yogyakarta. Jalan Suroto No. 2, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta

Kayaknya tempatnya seru ini, dan lagi aku belum pernah dateng di bursa Kompas. Bisa dateng gak ya ? Yuk bagi teman-teman di sekitar Yogyakarta bisa disempatkan ke sini.

Ada yang mau ??


Kos Argulo, Yogyakarta. 31 Januari 2018

Lintang Fajar

Advertisements

Sila Dapatkan Promo Istimewa Mizan Group !

Bagi yang masih suka dan mempunyai dana untuk membeli buku, sekarang Mizan Group memberikan promo-promo istimewa. Sebenarnya promo ini berlaku dari 17 Januari 2018 tapi baru saya bagikan sekarang. Hehe. Tenang, masih ada 7 hari lagi kok.

DUIufF0WsAAzBy5

Mizan group meliputi:

  • Mizan Publising
  • Noura
  • Bentang
  • Muffin Graphics

Waktu Promo : 17 Januari 2018 – 7 Februari 2018

Untuk harganya silakan bisa di cek di masing-masing website-nya.

mizanstore.com

Noura

Bentang

Salam Literasi !!!


Kos Argulo, Yogyakarta. 31 Januari 2018

Lintang Fajar

Novel: Dunia Sophie [1]

Judul : Dunia Sophiedunia-sophie

Penulis : Joostein Gaardner

Cetakan : 2016, Terbit pertama: 1991

Penerbit : Mizan

“Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran dari masa tiga ribu tahun, hidup tanpa memanfaatkan akalnya.” Goethe

Sophie Amundsmen, seorang pelajar sekolah menengah berusia empat belas tahun. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan: “Siapa kamu?” Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya: “Dari manakah datangnya dunia?” Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu membuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat. Melalui surat dan pesan-pesan misterius Alberto Knox mengajarkan filsafat kepada Sophie. Mereka tidak tahu bahwa ternyata yang mereka lakukan hanya sebuah imaji dari seorang Mayor Albert Knag yang sedang menyiapkan hadiah ulang tahun putrinya, Hilde Moller Knag.

Novel ini termasuk kategori novel filsafat. Saya pertama kali membaca hanya karena iseng. Di bagian depan Cover tertulis sebuah novel filsafat dan memang benar isinya berisi tentang sejarah pemikiran filsafat dari zaman Yunani Kuno sampai zaman sekarang, dari zaman asal benda hingga zaman humanisme berlangsung. Sekalipun aku sudah membacanya, aku tidak benar-benar memahaminya alias bingung. Rasa-rasanya seperti memadatkan silabus satu tahun dalam kuliah tiga hari. Muntab, itulah aku. Beberapa uraian bisa dengan mudah saya pahami, terutama uraian benda materiil, tetapi untuk uraian yang abstrak seperti konsep-konsep ide, mitos para dewa, dan logika-logika kebebasan.

Hal itu membuat novel ini memusingkan sekaligus menarik ditambah dengan latar budaya barat yang berbeda dengan Indonesia. Jika di dunia barat logika menempati urutan pertama pencarian kebenaran sedangkan di Indonesia [setahuku] menerapkan konsep kebatinan yang mendalam, Ah, entahlah aku juga gak tahu. Hehehe. Membaca novel ini juga membawaku berpetualang dalam ide-ide kemanusiaan. “Apa yang dimaksud manusia?”, “Dari mana kita berasal?”, “Benarkah kematian itu ada?” itu semua dijelaskan dengan logika tidak hanya menerima doktrin bahwa itu benar atau salah. Inilah yang disebut proses pencarian kebenaran.

Penyajian pelajaran filsafat disini sangat sistematis dimulai dari tokoh-tokoh Yunani kuno seperti Socrates, Thales, Empedocles, Archimedes, Democritus,Plato, dll. Lalu ke zaman helenisme yaitu zaman Romawi dengan tokohnya Cicero, Aristhippus, dll. Sampai juga zaman agama Tuhan tentang Yesus, Paulus, Kredo, dll. Di abad pertengahan ada Thomas Aquinos, dan di abad Renaissans dengan tokoh utamanya Rene Descartes yang terkenal akan slogannya “Aku berpikir maka aku ada”, apa makna yang sesungguhnya dari ucapannya itu? Bahkan sampai memasukkan filsafat dari Montesquieu, Locke yang notabene tokoh politik lalu Charles Darwin dengan teori evolusi manusianya. Hingga Pembentukan alam semesta yang terkenal melalui teori Dentuman besar. Dari penjelasan “mikrokosmos” sampai “makrokosmos”, dari bahan konkret sampai abstrak semua coba dijelaskan dengan logika. Mantap betul. Aku jadi benar-benar ingin mempelajari satu per satu teori dan tokoh filsafat tersebut kemudian menjadikannya satu kesatuan pembelajaran umat manusia. Dan juga bagaimana sebenarnya budaya Indonesia memandang pencarian kebenaran ??? bisakah diterapkan di era sekarang yang lebih mengutamakan logika ?

Yah, sayangnya e-book yang saya baca banyaknya yang blok halamannya jadi terpisah-pisah tapi kalau sekadar mau menengok dan iseng sih oke. Atau dari teman-teman ada yang punya versi penuhnya ?

Ini sumber bacaku: www.umpalangkaraya.ac.id/dosen/dwisariusop/wp-contentuploads/2016/11/dunia-sophie-NOVEL.pdf

#Resolusi 2018


Kos Argulo-Yogyakarta, 6 Januari 2018

Lintang Fajar

Pengenalan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)

PUEBIPenggunaan Bahasa Indonesia yang baik, benar dan teratur amat penting bagi bangsa Indonesia. Sehubungan dengan itu dibutuhkan suatu standar acuan penyusunan ejaan bahasa. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) adalah sarana dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dijadikan standar penyusunan bahasa Indonesia yang baku, baik dan benar. PUEBI merupakan penyempurnaan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEYD). Jika selama ini masyarakat mengenal EYD maka sekarang harus diganti dengan EBI sebagai standar penyusunan bahasa yang baru. Hal ini sesuai dengan amanat Permendikbud RI Nomor 50 tahun 2015. Sejarah penyusunan ejaan bahasa Indonesia dapat dilihat disini.

Adanya Pembaruan Ejaan bahasa tidak terlepas dari perkembangan bahasa itu sendiri. Dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan asosiasi kebudayaan menyemarakkan ragam penggunaan bahasa Indonesia baik dalam ranah lisan maupun tulisan. Pemutakhiran pedoman ini juga bertujuan untuk memantapkan posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.

Hal yang perlu diketahui dalam Permendikbud RI Nomor 50 Tahun 2015 tentang PUEBI;

1. Pasal 1

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dipergunakan bagi instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

2. Pasal 2

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Aturan-aturan penulisan ejaan bahasa Indonesia dengan kaidah EBi meliputi:

A. PEMAKAIAN HURUF

B. PENULISAN KATA

C. PEMAKAIAN TANDA BACA

D. PENULISAN UNSUR SERAPAN

Untuk penjelasan lengkapnya silakan pilih masing-masing tautan yang ingin diketahui.


Sumber : badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/PUEBI.pdf

Santren-Yogyakarta, 2 Januari 2018

Lintang Fajar

Cara Penulisan Unsur Serapan dengan Kaidah EBI

PUEBIDalam perkembangannya bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa, baik dari bahasa daerah, seperti bahasa Jawa, Sunda, dan Bali, maupun dari bahasa asing, seperti bahasa Sanskerta, Arab, Portugis, Belanda, Cina, dan Inggris. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti force majeur, de facto, de jure, dan l’exploitation de l’homme par l’homme. Unsur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini, penyerapan diusahakan agar ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut.

a (Arab, bunyi pendek atau bunyi panjang) menjadi a (bukan o)
mażhab      مذهب    mazhab
qadr      قدر     kadar
aābat     صحابة     sahabat
haqīqat     حقيقة     hakikat
‘umrah    عمرة     umrah
gā’ib    غائب     gaib
iqāmah     إقامة     ikamah
khātib     خاطب     khatib
riā’     رضاء     rida
ālim    ظالم     zalim

‘ain ( عArab) pada awal suku kata menjadi a, i, u
‘ajā’ib     عجائب     ajaib
saādah     سعادة     saadah
ilm     علم     ilmu
qā‘idah     قاعدة     kaidah
uzr     عذر     uzur
maūnah     معونة    maunah

‘ain ( عArab) di akhir suku kata menjadi k
i‘ tiq
ād    إعتقاد     iktikad
mujizat     معجزة     mukjizat
nimat     نعمة     nikmat
rukū     ركوع     rukuk
simā
     سماع     simak
ta
rīf     تعريف     takrif

aa (Belanda) menjadi a
p
aal        pal
baal         bal
octaaf        oktaf

ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e
aerobe        aerob
aerodinamics        aerodinamika

ae, jika bervariasi dengan e, menjadi e
h
aemoglobin        hemoglobin
haematite        hematit

ai tetap ai
tr
ailer        trailer
caisson        kaison

au tetap au
au
diogram        audiogram
autotroph        autotrof
tautomer        tautomer

c di depan a, u, o, dan konsonan menjadi k
calomel        kalomel
construction        konstruksi
cubic         kubik
coup        kup
classifcation        klasifkasi
crystal       kristal

c di depan e, i, oe, dan y menjadi s
central        sentral
cent        sen
circulation         sirkulasi
coelom         selom
cybernetics        sibernetika
cylinder         silinder

cc di depan o, u, dan konsonan menjadi k
a
ccomodation        akomodasi
acculturation        akulturasi
acclimatization         aklimatisasi
accumulation         akumulasi
acclamation        aklamasi

cc di depan e dan i menjadi ks
a
ccent        aksen
accessory         aksesori
vaccine       vaksin

cch dan ch di depan a, o, dan konsonan menjadi k
sa
ccharin        sakarin
charisma       karisma
cholera        kolera
chromosome        kromosom
technique        teknik

ch yang lafalnya s atau sy menjadi s
e
chelon        eselon
machine        mesin

ch yang lafalnya c menjadi c
charter         carter
chip        cip

ck menjadi k
che
ck        cek
ti
cket        tiket

ç (Sanskerta) menjadi s
çabda        sabda
çastra        sastra

ad ( ضArab) menjadi d
’af
al       أفضل       afdal
a’īf      ضعيف       daif
far      فرض       fardu
hāir       حاضر      hadir

e tetap e
effect       efek
description       deskripsi

ea tetap ea
id
ealist        idealis
habeas        habeas

ee (Belanda) menjadi e
stratosf
eer       stratosf r
systeem        sistem

ei tetap ei
eicosane        eikosan
eidetic         eidetik
einsteinium        einsteinium

eo tetap eo
ster
eo        stereo
g
eometry       geometri
zeolite       zeolit

eu tetap eu
n
eutron          neutron
eugenol         eugenol
europium         europium

fa ( فArab) menjadi f
ʼafal       فضل       afdal
‘ārif       عارف      arif
faqīr       فقير     fakir
faīh      فصيح      fasih
mafhūm       مفهوم      mafhum

f tetap f
fanatic      fanatik
factor      faktor
fossil      fosil

gh menjadi g
gh
anta       genta
sorghum       sorgum

gain ( غArab) menjadi g
gā’ib      غائب      gaib
magfrah       مغفرة      magfrah
magrib       مغرب       magrib

gue menjadi ge
i
gue        ige
gi
gue        gige

a ( حArab) menjadi h
ākim       حاكم       hakim
i     إصلاح       islah
si
r      سحر       sihir

hamzah ( ءArab) yang diikuti oleh vokal menjadi a, i, u
amr    
أمر      amar
mas’alah      مسألة     masalah
’ilāḥ      إصلاح      islah
qā’idah      قاعدة      kaidah
’ufuq      أفق      ufuk

hamzah ( ءArab) di akhir suku kata, kecuali di akhir kata, menjadi k
ta
wīl      تأويل       takwil
mamūm       مأموم      makmum
mumīn       مؤمن      mukmin

hamzah ( ءArab) di akhir kata dihilangkan
imlā       إملاء       imla
istinj
ā      إستنجاء       istinja/tinja
munsyi
       منشىء       munsyi
wu
ū       وضوء       wudu

i (Arab, bunyi pendek atau bunyi panjang) menjadi i
ʼi‘tiqād       إعتقاد       iktikad
muslim       مسلم        muslim
naīah       نصيحة      nasihat
aīḥ       صحيح       sahih

i pada awal suku kata di depan vokal tetap i
iambus       iambus
ion       ion
iota       iota

ie (Belanda) menjadi i jika lafalnya i
polit
iek       politik
riem       rim

ie tetap ie jika lafalnya bukan i
var
iety        varietas
patient        pasien
hierarchy        hierarki

jim ( جArab) menjadi j
jāriyah       جارية       jariah
janāzah       جنازة       jenazah
ʼijāzah       إجازة       ijazah

kha ( خArab) menjadi kh
khuṣūṣ       خصوص       khusus
makhlūq       مخلوق       makhluk
tārīkh       اريخ       tarikh

ng tetap ng
conti
ngent        kontingen
congres        kongres
linguistics        linguistik

oe (oi Yunani) menjadi e
f
oetus       fetus
oestrogen       estrogen
oenology       enologi

oo (Belanda) menjadi o
komf
oor       kompor
provoost       provos

oo (Inggris) menjadi u
cart
oon        kartun
proof        pruf
pool       pul

oo (vokal ganda) tetap oo
z
oology       zoologi
coordination       koordinasi

ou menjadi u jika lafalnya u
g
ouverneur       gubernur
coupon       kupon
contour      kontur

ph menjadi f
phase       fase
physiology       fisiologi
spectograph       spektograf

ps tetap ps
pseudo       pseudo
psychiatry        psikiatri
psychic        psikis
psychosomatic        psikosomatik

pt tetap pt
pt
erosaur         pterosaur
pteridology        pteridologi
ptyalin       ptialin

q menjadi k
a
quarium        akuarium
frequency        frekuensi
equator       ekuator

qaf ( قArab) menjadi k
‘a
qīqah       عقيقة       akikah
maqām      مقام         makam
mulaq       مطلق        mutlak

rh menjadi r
rh
apsody       rapsodi
rhombus       rombus
rhythm        ritme
rhetoric       retorika

sin ( سArab) menjadi s
a
sās        أساس       asas
salām        سلام        salam
silsilah       سلسة        silsilah

śa ( ثArab) menjadi s
a
śiri        أثيرى       asiri
adiś       حديث       hadis
śulāśā̒        ا لثّل ثاء       selasa
wāriś      وارث       waris

ad ( صArab) menjadi s
‘a
r       عصر       asar
muībah        مصيبة       musibah
khuūṣ       خصوص       khusus
aḥḥ       صح        sah

syin ( شArab) menjadi sy
‘āsyiq       عاشق       asyik
‘arsy       عرش       arasy
syarṭ       شرط       syarat

sc di depan a, o, u, dan konsonan menjadi sk
scandium       skandium
scotopia       skotopia
scutella       skutela
sclerosis       sklerosis

sc di depan e, i, dan y menjadi s
scenography        senograf
scintillation        sintilasi
scyphistoma       sifstoma

sch di depan vokal menjadi sk
schema        skema
schizophrenia        skizofrenia
sch
olastic       skolastik

t di depan i menjadi s jika lafalnya s
ac
tie       aksi
ratio       rasio
patient       pasien

a ( طArab) menjadi t
kha
ṭ       ّ خط        khat
mu
laq        مطلق       mutlak
abīb         طبيب        tabib

th menjadi t
theocracy       teokrasi
orthography       ortograf
thrombosis       trombosis
methode (Belanda)        metode

u tetap u
unit       unit
nucleolus       nukleolus
structure        struktur
institute       institut

u (Arab, bunyi pendek atau bunyi panjang) menjadi u
r
ukū’        ركوع       rukuk
syubḥāt       شبها ت       syubhat
sujūd       سجود       sujud
ufuq       أفق       ufuk

ua tetap ua
aq
uarium        akuarium
dualisme       dualisme
squadron       skuadron

ue tetap ue
conseq
uent       konsekuen
duet       duet
suede        sued

ui tetap ui
cond
uite       konduite
equinox       ekuinoks
equivalent       ekuivalen

uo tetap uo
uorescein        uoresein
quorum        kuorum
quota       kuota

uu menjadi u
lect
uur       lektur
prematuur        prematur
vacuum       vakum

v tetap v
e
vacuation       evakuasi
television       televisi
vitamin       vitamin

wau ( وArab) tetap w
jad
wal       جدول       jadwal
taqwā        تقوى       takwa
wujūd       وجود       wujud

wau ( وArab, baik satu maupun dua konsonan) yang didahului u dihilangkan
nahwu       نحو       nahu
nubu
wwah        ّ نبو ّة       nubuat
quwwah        ّ قو ّة       kuat

aw (diftong Arab) menjadi au, termasuk yang diikuti konsonan
awrāt       عورة       aurat
hawl       هول       haul
mawlid       مولد       maulid
walaw       ولو       walau

x pada awal kata tetap x
xanthate       xantat
xenon       xenon
xylophone       xilofon

x pada posisi lain menjadi ks
e
xecutive       eksekutif
express       ekspres
latex       lateks
ta
xi       taksi

xc di depan e dan i menjadi ks
e
xception       eksepsi
excess       ekses
excision       eksisi
excitation       eksitasi

xc di depan a, o, u, dan konsonan menjadi ksk
e
xcavation       ekskavasi
excommunication       ekskomunikasi
excursive       ekskursif
exclusive       eksklusif

y tetap y jika lafalnya y
yakitori      yakitori
yangonin       yangonin
yen       yen
yuan       yuan

y menjadi i jika lafalnya ai atau i
d
ynamo       dinamo
propyl       propil
psychology      psikologi
yttrium       itrium

ya ( يArab) di awal suku kata menjadi y
‘inā
yah       عناية       inayah
yaqīn       يقين       yakin
ya‘nī       يعني       yakni

ya ( يArab) di depan i dihilangkan
khiyānah      خيانة      khianat
qiyās      قياس      kias
ziyārah      زيارة       ziarah

z tetap z
zenith       zenit
zirconium       zirkonium
zodiac       zodiak
zygote       zigot

zai ( زArab) tetap z
ijā
zah       إجازة       ijazah
khazānah       خزانة       khazanah
ziyārah       زيارة       ziarah
zaman       زمن      zaman

żal ( ذArab) menjadi z
a
żān       أذان       azan
iżn       إذن       izin
ustāż      أستاذ       ustaz
żāt        ذات       zat

ẓa ( ظArab) menjadi z
ḥāfiẓ       حافظ      hafiz
ta‘īm       تعظيم       takzim
ālim       ظالم       zalim

Konsonan ganda diserap menjadi konsonan tunggal, kecuali kalau dapat membingungkan.
Misalnya:
a
ccu       aki
‘a
llāmah       alamah
co
mmission       komisi
effect       efek
fe
rrum       ferum
ga
bbro        gabro
ka
ffah        kafah
salfe
ggio        salfegio
tafa
kkur        tafakur
ta
mmat        tamat
ʼummat        umat
Perhatikan penyerapan berikut!
ʼAllah       Allah
ma
ss       massa
ma
ssal       massal

Catatan:
Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah.
Misalnya:
bengkel        nalar        Rabu
dongkrak       napas        Selasa
faedah       paham        Senin
kabar         perlu        sirsak
khotbah        pikir        soal
koperasi        populer         telepon
lahir

Selain kaidah penulisan unsur serapan di atas, berikut ini disertakan daftar istilah asing yang mengandung akhiran serta penyesuaiannya secara utuh dalam bahasa Indonesia.

-aat (Belanda) menjadi –at
advoc
aat        advokat

-age menjadi -ase
percent
age        persentase
etal
age        etalase

ah (Arab) menjadi –ah atau –at
aqīdah       عقيدة      akidah
ʼijāzah         إجازة      ijazah
‘umr
ah        عمرة     umrah
ʼākhirah       آخرة      akhirat
ʼāyah       أية      ayat
ma‘siyy
ah       معصيّة       maksiat
ʼamānah      أمانة       amanah, amanat
hikm
ah       حكمة       hikmah, hikmat
‘ibād
ah       عبادة        ibadah, ibadat
sunn
ah       سنة       sunah, sunat
sūr
ah      سورة      surah, surat

-al (Inggris), -eel dan -aal (Belanda) menjadi –al
structur
al, structureel         struktural
form
al, formeel         formal
norm
al, normaal        normal

-ant menjadi -an
account
ant       akuntan
consult
ant       konsultan
inform
ant        informan

-archy (Inggris), -archie (Belanda) menjadi arki
an
archy, anarchie        anarki
mon
archy, monarchie        monarki
oligarchy, oligarchie       oligarki

-ary (Inggris), -air (Belanda) menjadi -er
complement
ary, complementair        komplementer
prim
ary, primair        primer
second
ary, secundair        sekunder

(a)tion (Inggris), -(a)tie (Belanda) menjadi -asi, -si
ac
tion, actie        aksi
public
ation, publicatie        publikasi

-eel (Belanda) menjadi -el
materi
eel        materiel
mor
eel        morel

-ein tetap -ein
cas
ein        kasein
prot
ein        protein

i, -iyyah (akhiran Arab) menjadi –i atau -iah
‘ālam
ī      عالمي        alami
ʼinsānī       إنساني        insani
‘āl
iyyah        عاليّة         aliah
‘amal
iyyah       عمليّة       amaliah

ic, -ics, dan -ique (Inggris), -iek dan -ica (Belanda) menjadi -ik, ika
dialect
ics, dialektica         dialektika
log
ic, logica        logika
phys
ics, physica        fisika
linguist
ics, linguistiek         linguistik
phonet
ics, phonetiek        fonetik
techn
ique, techniek        teknik

-ic (Inggris), -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik
electronic, elektronisch        elektronik
mechan
ic, mechanisch        mekanik
ballist
ic, ballistisch        balistik

ical (Inggris), -isch (Belanda) menjadi -is
economical, economisch        ekonomis
pract
ical, practisch        praktis
log
ical, logisch        logis

-ile (Inggris), -iel (Belanda) menjadi -il
mobile, mobiel        mobil
percent
ile, percentiel         persentil
project
ile, projectiel        proyektil

ism (Inggris), -isme (Belanda) menjadi -isme
capitalism, capitalisme        kapitalisme
commun
ism, communisme        komunisme
modern
ism, modernisme         modernisme

ist menjadi -is
egoist        egois
hedon
ist        hedonis
publicist        publisis

ive (Inggris), -ief (Belanda) menjadi -if
communicative, communicatief        komunikatif
demonstrat
ive, demonstratief         demonstratif
descript
ive, descriptief         deskriptif

logue (Inggris), -loog (Belanda) menjadi -log
analogue, analoog       analog
epi
logue, epiloog         epilog
pro
logue, proloog        prolog

logy (Inggris), -logie (Belanda) menjadi -logi
technology, technologie        teknologi
physio
logy, physiologie       fisiologi
ana
logy, analogie       analogi

-oid (Inggris), oide (Belanda) menjadi -oid
anthropoid, anthropoide        antropoid
homin
oid, hominoide        hominoid

-oir(e) menjadi -oar
trotoir         trotoar
repert
oire        repertoar

-or (Inggris), -eur (Belanda) menjadi -ur, -ir
director, directeur        direktur
inspect
or, inspecteur        inspektur
amat
eur        amatir
format
eur        formatur

-or tetap -or
dictator        diktator
correct
or         korektor
distribut
or       distributor

ty (Inggris), -teit (Belanda) menjadi -tas
university, universiteit        universitas
quali
ty, kwaliteit        kualitas
quanti
ty, kwantiteit         kuantitas

ure (Inggris), –uur (Belanda) menjadi –ur
cult
ure, cultuur        kultur
premature, prematuur        prematur
structure, struktuur        struktur

wi, –wiyyah (Arab) menjadi –wi, –wiah
dunyā       دنياوى       duniawi
kimiyā
       کيمياوى       kimiawi
luga
wiyyah       لغوىّة       lugawiah


Sumber : badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/PUEBI.pdf

Santren–Yogyakarta, 2 Januari 2018

Lintang Fajar

 

Cara Pemakaian Tanda Baca Berdasarkan Aturan PUEBI

Penggunaan tanda baca perlu diatur sehingga tidak menimbulkan tafsir yang berlebihan pada konteks kalimat tersebut. Beberapa tanda baca yang ada didalam aturan PUEBI, diantaranya; tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik koma (;), tanda titik dua (:), tanda hubung (-), tanda pisah (–), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda elipsis (…), tanda petik (“…”), tanda petik tunggal (‘…’), tanda kurung ((…)), tanda kurung siku ([…]), tanda garis miring (/), tanda penyingkat atau apostrof (‘). Penggunaan tanda baca pada aturan PUEBI sebagai berikut.

A. Tanda Titik (.)

B. Tanda Koma (,)

C. Tanda Titik Dua (:)

D. Tanda Titik Koma (;)

E. Tanda Hubung (-)

F. Tanda Pisah (–)

G. Tanda Tanya (?)

1. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.

Contoh:

Siapa pencipta lagu “Ketika Kaki dan Tangan Berkata”?

2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Contoh:

Di Indonesia terdapat 740 (?) bahasa daerah.

H. Tanda Seru

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.

Contoh:

Sungguh Indah Pantai Menganti ini!

Mari kita dukung Gerakan Cinta Bahasa Indonesia!

I. Tanda Elipsis (…)

1. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan.

Contoh:

…, sesat dijalan.

Penyebab kemunduran … akan diteliti lebih lanjut.

Catatan:

(1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

(2) Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah).

2.Tanda elipsis dipakai untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog.

Contoh:

Menurut saya … seperti … bagaimana, Pak?”

Jadi, pada intinya … oh, waktunya sudah selesai.”

Catatan:

J. Tanda Petik (“…”)

1. Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

Contoh:

Merdeka atau mati!” seru Bung Tomo dalam pidatonya.

Menurut pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan.”

2. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.

Contoh:

Sajak “Pahlawanku” terdapat pada halaman 125 buku itu.

Marilah kita menyanyikan lagu “Syukur”!

3. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

Contoh:

Tetikus” komputer ini sudah tidak berfungsi.

Dilarang memberikan “amplop” kepada petugas!

K. Tanda Petik Tunggal (‘…’)

1. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain.

Contoh:

Kudengar teriak anakku, ‘Ibu, Bapak pulang!’, dan rasa letihku lenyap seketika,” ujar Bu Ramdan.

2. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan.

Contoh:

tergugat ‘yang digugat’

tadulako ‘panglima’

money politics ‘politik uang’

L. Tanda Kurung ((…))

1. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

Contoh:

Dia memperpanjang surat izin mengemudi (SIM).

Lokakarya (workshop) itu diadakan di Solo.

2. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.

Contoh:

Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.

3. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan.

Contoh:

Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta.

4. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian.

Contoh:

Faktor produksi menyangkut (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja.

Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan

(1) akta kelahiran,

(2) ijazah terakhir, dan

(3) surat keterangan kesehatan.

M. Tanda Kurung Siku ([…])

1. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau keompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.

Contoh:

Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.

Ulang tahun [Proklamasi Kemerdekaan] Republik Indonesia dirayakan secara khidmat.

2. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung.

Contoh:

Persamaan kedua proses itu (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 45–48]) perlu dibentangkan disini.

N. Tanda Garis Miring (/)

1. Tanda garis miring dipakai dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim;

Contoh:

Nomor: 8/KL/III/2016

Jalan Mantan IX/20

tahun ajaran 2017/2018

2. Tanda garis miring dipakai sebagai ganti kata dan, atau, serta setiap.

Contoh:

mahasiswa/mahasiswi ‘mahasiswa dan mahasiswi’

buku dan/atau majalah ‘buku dan majalah atau buku atau majalah’

3. Tanda garis miring dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau pengurangan atas kesalahan atau kelebihan di dalam naskah asli yang ditulis orang lain.

Contoh:

Buku Pengantar Ling/g/uistik karya Verhaar dicetak beberapa kali.

Asmara/n/ dana merupakan salah satu tembang macapat budaya Jawa.

O. Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)

Tanda penyingkat dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun dalam konteks tertentu.

Contoh:

Dia ‘kan kudatangi. (‘kan = akan).

5-2-’16 (‘16 = 2016)


Sumber : badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/PUEBI.pdf

Sidorejo-Kebumen, 1 Januari 2018

Lintang Fajar

Pemakaian Tanda Hubung (-) dan Tanda Pisah (–) Menurut Aturan PUEBI

E. Tanda Hubung (-)

1. Tanda hubung dipakai untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris.PUEBI

Contoh:

Kini ada cara baru untuk meng-

ukur panas.

2. Tanda hubung dipakai untuk menyambung unsur kata ulang.

Contoh:

anak-anak

mengorek-orek

3. Tanda hubung dipakai untuk menyambung tanggal, bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu-satu.

Contoh:

11-12-2013

k-e-t-u-a

4. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan.

Contoh:

ber-evolusi bandingkan dengan be-revolusi

meng-ukur bandingkan dengan me-ngukur

dua-puluh-lima ribuan bandingkan dengan dua-puluh lima-ribuan

5. Tanda hubung dipakai untuk merangkai

  • se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital se-Indonesia, se-Jawa);
  • ke- dengan angka (peringkat ke-4);
  • angka dengan -an (tahun 1990-an);
  • kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital (hari-H, sinar-X, ber-KTP, di-SK-kan);
  • kata dengan kata ganti Tuhan (ciptaan-Nya);
  • huruf dan angka (D-3, S-1); dan
  • kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital (KTP-mu, SIM-nya).

Catatan:

Tanda hubung tidak dipakai di antara huruf dan angka jika angka tersebut melambangkan jumlah huruf.

Contoh:

LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia)

6. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.

Contoh:

di-upgrade

di-sowan-i (bahasa Jawa, ‘didatangi’)

7. Tanda hubung digunakan untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan.

Contoh:

Kata pasca- berasal dari bahasa Sanksekerta.

Akhiran -isasi pada kata betonisasi sebaiknya diubah menjadi pembetonan.

F. Tanda Pisah (–)

1. Tanda pisah dapat dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.

Contoh:

Kemerdekaan bangsa itu–saya yakin akan tercapai–diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.

Keberhasilan itu–kita sependapat–dapat dicapai jika kita mau berusaha keras.

2. Tanda pisah dapat dipakai juga untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain.

Contoh:

Soekarno–Hatta–Proklamator Kemerdekaan RI-diabadikan menjadi nama bandar udara internasional.

3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

Contoh:

Tahun 2010–2013

Jakarta–Bandung


Sumber : PUEBI

Sidorejo-Kebumen, 31 Desember 2017

Lintang Fajar