Khotbah Jumat 6/4/18: Keutamaan Shalat

Dalam islam salat memiliki tempat tersendiri, sering dikatakan bahwa salat merupakan tiangnya agama. Tiang berarti penyangga yang menjadikan agama itu ada. Aku sudah salah mengira bahwa salat itu ibadah yang biasa-biasa saja. Mohon maaf, aku tidak berbicara keutamaan dari segi banyaknya pahala karena aku tidak terlalu ngeh dengan pahala. Pahala itu urusan Tuhan bukan ? manusia hanya bisa melakukan yang amalan yang terbaik, apakah amalan itu diterima, diridhai, direstui itu semua adalah hak prerogatif Tuhan.

Keutamaan yang dimaksudkan adalah dari macam ibadahnya. Jika dibandingkan dengan rukun ibadah yang lain, misalnya zakat salat tetap lebih utama. Zakat hanya memiliki beberapa macam, seperti zakat fitrah, zakat maal. Zakat maal ada sekitar enam macam diantaranya, ziro’ah, mada’in, dll. Kalau puasa hanya ada puasa ramadhan, puasa senin kamis, dll. Nah kalau salat itu ada banyak sekali, contohnya Salat maghrib, salat ashar, salat jenazah, salat ghaib, salat mutlak, salat gerhana,  salat id, dll. Ada begitu banyak salat dan umat muslim hanya diwajibkan menjalankan lima saja. Bukankah itu berarti ada keistimewaan disitu. Ini seperti seorang guru yang tahu ada puluhan jenis contoh aplikasi dan siswa hanya diminta menuliskan lima contoh apikasi saja. Jika itu saja masih keberatan teramat disayangkan. Inilah sudut pandang pandang keistimewaan salat dari ragam ibadahnya.

Jika diibaratkan nilai, salat itu seperti standar penilaian atau Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Amalan lain akan dinilai setelah amalan salat ini lulus. Apakah kita termasuk pribadi yang peduli dengan nilai ?

Referensi : http://pengertianzakatmu.blogspot.co.id


Yogyakarta, 6 April 2018

Lintang Fajar

Advertisements

Bermain Sudoku Saat Majelis Ilmu

Screenshot_2018-03-16-07-45-26
Sudoku Android

Permainan yang saya mainkan sewaktu mendengarkan sebuah kajian majelis ilmu tentang ma’rifatullah di sebuah Masjid yang diadakan pada hari Jumat tanggal 2 Maret 2018 alias hampir tiga minggu yang lalu. Jujur saya termasuk orang yang tidak menyukai kegiatan saya ini, namun saya mempunyai alasan didalamnya entah alasan ini bisa diterima atau tidak. Mengapa saya memosting ini ? apakah ini sebuah pembelaan ? Saya hanya ingin berbagi mengenai apa yang saya rasakan waktu itu dan mungkin teman-teman ada mengalami kasus serupa.

Nah awalnya saya amat tertarik dengan topik ma’rifatullah atau dalam bahasa Indonesianya “mengenal Allah”. Sayangnya saya agak kecele sebab dari awal pembicaraan terasa monoton dengan beberapa humor yang menurutku itu enggak banget. Mulailah disini saya mencari pelarian yaitu bermain sudoku di telepon pintar saya. Dan semakin aku mengikuti kajian ini semakin banyak doktrin eh bukan, semakin banyak pendapat dan opini yang bertubrukan dengan pemahaman yang aku miliki. Ah aku ini introvert yang tidak terlalu menyukai keributan jadi daripada aku mengganggu jalannya kajian mending aku alihkan bermain saja yah sekalipun akan terlihat seakan-akan aku mengabaikan pembicara.

Puncaknya ada di literasi yang membuatku terbengong. Beliau mengatakan bahwa kata ‘Tuhan’ itu berasal dari dua kata yaitu ‘Tu’ yang berarti Pemimpin, dan ‘Han’ yang berarti Dewa sehingga kalau digabungkan Tuhan berarti pemimpin para dewa. Tidak etis tentu jika menyandingkan Allah dengan kata ganti Tuhan. Sekali lagi itu kata beliau. Ini adalah informasi baru untuk saya jadi saya mencoba berseluncur di internet dan menemukan seperti ini dikutip dari http://yunisugiarti.blogspot.co.id/2015/12/rahasia-dibalik-kata-ilah.html hasilnya

balik illah.PNG

hasil yang sama juga dari http://tekad.id/2017/01/04/rahasia-di-balik-kata-ilah/. Namun saya menemukan redaksi lain yang lebih bisa diterima daripada penjelasan diatas. Dari sebuah tanya jawab di ask.fm melalui link https://ask.fm/Greschinov/answers/135103620765 didapatkan:

hoax tuhan dewa.PNG

Entah aslinya hoax atau bukan akan tetapi saya menyayangkan beliau mengutip hal tersebut tanpa melampirkan redaksinya. Apalagi posisi beliau kan ustadz dengan gelar sarjana yang idealnya terbiasa untuk berpikir kritis, kok malah menguatkan kabar burung dari sebuah blog. Bagaimana jadinya jika figur-figur teladan hanya asal comot begini ? kasihan jamaahnya kan ?

Ada juga materi tentang kadar keilmuwan menurut Umar bin Khattab “Ilmu ada tiga tahapan. Jika seorang memasuki tahapan pertama, ia akan sombong. Jika ia memasuki tahapan kedua ia akan tawadhu’. Dan jika ia memasuki tahapan ketiga ia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya” (lengkapnya di sini.). Hatiku rasanya berontak beliau mengatakan seperti itu, kedengarannya seperti ada gap/ jarak antara apa yang beliau katakan dengan pikirkan, seperti ada ketidakcocokan gitu.

Serius, hal-hal seperti itu benar-benar memicu emosi diriku. Oleh karena saya ingin menjaga daya kritis dari gempuran informasi yang tidak pas saya bermain. Ya Allah, maafkan hamba jika salah.

Permasalahan-permasalahan seperti diatas itu juga yang melatar belakangi saya untuk malas mengikuti kajian di Jogja sini apalagi jika pengisinya adalah ustadz muda. Terutama bagi mereka yang memiliki literasi kurang ataupun hanya tekstual Al-quran Hadist, teramat minim data, lebih banyak menyampaikan opini dan konspirasi di masyarakat. Memang tidak semua, ada juga yang saya suka yaitu Ustadz sejarah islam yang kajiannya di hari selasa @masjid Mujahidin UNY. Aku suka cara mengajarkan beliau, apa yang beliau sampaikan lebih menenangkan, objektif dan logis baik dilihat dari sudut pandang perasaan maupun logika akal. Atau tokoh lain yang terkenal adah Emha Ainun Nadjib dengan logika-logika sederhananya.

Bagiku mempelajari Alquran dan hadist akan membuatmu bertindak benar, mempelajari sastra akan membuatmu bertindak bijaksana, dan keduanya kamu akan menggenggam kebenaran dan kebijaksanaan. Sedang sains akan menuntunmu kepada Tuhan melalui pembacaan ayat-ayat Tuhan yang bertebaran di jagat semesta serta mempelajari metode menjadi khalifah terbaik dengan menerapkan standar penghidupan yang layak bagi manusia maupun alam sebagaian bagian dari penjagaan sunnatullah-Nya/ketetapan-Nya.

Prinsip dan keyakinan -> Alquran, Hadist, Ijma, Qiyas. Keterhubungan masyarakat dan alam -> sastra/humaniora. Metode -> Sains.

Salam Literasi !!!

Sumber: Rangkuman materi

https://ask.fm/Greschinov/answers/135103620765, http://yunisugiarti.blogspot.co.id/2015/12/rahasia-dibalik-kata-ilah.html, http://tekad.id/2017/01/04/rahasia-di-balik-kata-ilah/, http://faidah-ilmu.blogspot.co.id/2010/06/tiga-tahapan-ilmu.html.


Yogyakarta, 21 Maret 2018

Lintang Fajar

 

 

 

 

 

 

Dibuka: Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2018

Info seru nih buat adik-adik kelas XII dari Madrasah Aliyah (MA), Pondok Pesantren Muadalah (PPM), Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) angkatan 2016, 2017, dan 2018.

Manfaat dari PBSB, mahasiswa akan mendapatkan bantuan:

a. Biaya Pendidikan
Pembiayaan terhadap biaya pendidikan untuk masing-masing pilihan studi, sesuai
dengan aturan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan/atau Uang Kuliah Tunggal (UKT),
serta aturan lain yang berlaku pada masing-masing perguruan tinggi.
b. Biaya Pengembangan Akademik Awal Program
Pembiayaan terhadap biaya pengembangan akademik yang diberikan hanya di awal
program, sesuai dengan aturan, keperluan dan kesepakatan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk masing-masing pilihan studi.
c. Biaya Pendidikan Profesi
Biaya pendidikan profesi diberikan untuk pilihan studi yang memerlukan
pendidikan profesi berdasarkan rekomendasi dari masing-masing perguruan tinggi,
dengan besaran yang disesuaikan dengan aturan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan/atau
Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta aturan lain yang berlaku pada masing-masing
perguruan tinggi.
d. Biaya Peningkatan Kualitas
Pembiayaan terhadap proses peningkatan kualitas melalui penyetaraan kemampuan
atau orientasi peserta PBSB pada awal program. Bentuk kegiatan disesuaikan dengan kondisi kemampuan peserta merujuk pada standar mutu pada masing-masing perguruan tinggi. Besaran biaya tergantung dari bentuk kegiatan pada masing-masing perguruan tinggi.
e. Biaya Hidup
Biaya hidup diberikan kepada masing-masing peserta untuk meringankan beban
keperluan hidup sehari-hari, termasuk untuk memenuhi keperluan kegiatan studi,
pengembangan diri peserta PBSB, kegiatan pengembangan organisasi, serta
pengabdian kepada masyarakat.
f. Tunjangan Lain
Tunjangan lain dimaksudkan sebagai pembiayaan untuk menunjang kegiatan
penelitian/kerja praktek lapangan/penyelesaian tugas akhir, penempatan di lokasi baru,
serta tunjangan untuk mendukung pendidikan profesi.

pbsb-1.png

Pendaftaran: 15 Maret — 15 April 2018

pbsb-2.png

Verifikasi data: 16–30 April 2018

Pengumuman Seleksi: 2 Mei 2018

Penentuan Kelulusan: 1 Juni 2018

Pengumuman Kelulusan: 3–4 Juni 2018

pbsb-3.png

10 Fakultas Paling Diminati tahun 2017

  1. Syariah – 18,2%
  2. Kedokteran dan Ilmu Kesehatan – 15%
  3. Ushluhuddin – 13%
  4. MIPA – 5,4%
  5. Dakwah – 4,3%
  6. Sains dan Teknologi – 4,3%
  7. Pertanian – 3,3 %
  8. Teknologi Industri – 3%
  9. Teknologi Informasi – 2,8%
  10. Teknologi Pertanian – 2,7%

Perguruan Tinggi Mitra PBSB

pbsb-4.png

Tips Lulus Seleksi PBSB 2018

  1. Persyaratan Administrasi. Isi Lengkap!
  2. Berkoordinasi dengan Pesantren. Pastikan pesantren memiliki akun yang memuat profil pesantren dan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).
  3. Daftar Lebih Awal. Akhir server melambat!
  4. Finalisasi Pendaftaran. Pastikan data semua benar!
  5. Pilih jurusan sesuai minat dan kemampuan.
  6. Siapkan diri ikut seleksi!

Penting! Tidak boleh mundur setelah lulus!

Info lengkap: pbsb.ditpdpontren.kemenag.go.id

Sumber: Kemdikbud, Petunjuk Teknis


Kos Kana 10, 18 Maret 2019

Lintang Fajar

 

Urgensi Re-orientasi Tutor

Blocknote yang aku pakai setiap hari, terutama untuk menulis catatan-catatan kuliah dan rangkuman buku membawaku mengingat-ingat kembali materi yang telah disampaikan oleh pemateri di hari itu ketika aku mencatatkannya. Kali ini saya akan mencoba menuliskan ulang materi “Urgensi Re-orientasi Tutor” yang dipaparkan pada acara “Bina Tutor FIK UNY” hari Ahad, 4 Februari 2018 di GPLA FIK UNY lantai 3. Cerita awal masuk Tutor disini ☺️☺️.

Pemateri: Ginanjar …. (kagak tahu nama lengkapnya😀)

https://74maludin.files.wordpress.com/2018/03/64728-gambar2btulisan2bla2bhawla2bwala2bquwwata2billa2bbillah2barab2bbahasa2bindonesia.jpg?w=1114&h=311
source: google.com

Sesuai dengan Hadist diatas bahwa segala apapun yang terjadi di dunia ini tidak lepas dari kehendak Allah. Pun dengan acara ini, tidak lain dan tidak bukan karena kehendak Allah. Istilah mas Ginanjar karena “digerakkan Allah” semua peserta mau datang di pagi hari itu. Apalagi hari ahad, pagi-pagi jam 8–12, waktu yang pas untuk merehatkan badan setelah enam hari sebelumnya berkecimpung dalam rutinitas perkuliahan. Ada campur tangan Tuhan dalam pengaturan hasrat orang-orangnya untuk berkumpul disitu. Syukurilah apa yang terjadi hari ini, semoga itu bisa menjadi catatan positif kita dalam beramar makruf nahi munkar.

Salah satu ciri orang terbaik adalah orang yang mau belajar dan mengajarkan ilmunya. Konsekuensi logis dari pembelajar adalah menyebarkannya. Apa yang telah ia dapatkan, ia sampaikan kembali kepada orang lain, kepada masyarakat. Ilmu itu tidak disimpan begitu saja, sebab ilmu berbeda dengan benda yang bisa diklaim  kepemilikannya. Ilmu akan semakin bermanfaat untuk si pemilik saat membaginya dengan nilai kebermanfaat eksponensial.

Seorang tutor PAI selayaknya tidak hanya bergantung pada satu sumber ilmu yang telah ia dapatkan. Ia perlu meng-update dan meng-upgrade pengetahuannya dalam tiap kesempatan yang ada. Kan tidak etis saat seorang mahasiswa tutor semangat dalam berdakwah tapi dirinya kurang termotivasi mencari ilmunya. Salah satu fasilitas tutor untuk menambah khazanah keilmuannya adalah Madrasah Tutor. Dalam jangka waktu tertentu nanti akan ada madrasah-madrasah tutor yang diadakan, harapannya semua tutor untuk hadir pada majelis tersebut.

Peran tutor bagi peserta tutor mahasiswa:

  • Peran Kakak
    • Seorang tutor mampu memberikan rasa nyaman bagi peserta tutornya. Tutor juga mampu memberikan solusi-solusi permasalahan pesertanya. Misalnya bagaimana menyikapi dosen dengan sifat tertentu. Toh biasanya tutor itu juga sebagai kakak tingkat di universitas sehingga pastinya memiliki pengalaman lebih dibanding peserta.
  • Peran Orangtua
    • Seorang tutor mampu memberi nasihat-nasihat kebaikan kepada pesertanya. Mengajak mereka kepada kebaikan juga salah satu tugas yang diemban tutor.
  • Perang Guru/Ustadz
    • Seorang tutor mampu memberi pemahaman agama atas permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Bukan berarti tutor itu harus sempurna dengan mengerti semua bab kitab fikih, akidah, dsb. Tutor juga masih mahasiswa yang berproses. Memberi pemahaman disini artinya memberi gambaran soal permasalahan tersebut. Untuk inilah, tutor wajib belajar juga pada ustadz. Jika misal di dalam forum ada seseorang yang lebih memahami, maka permasalahan tersebut bisa dilemparkan kepada peserta sehingga menjadi diskusi yang lebih hangat.
  • Peran Leader
    • Seorang tutor mampu memberikan arahan dan motivasi bagi peserta tutornya. Jikalau menghadapi anak yang susah seorang tutor harus menunjukkan kepemimpinannya dalam permasalahan itu.

Agar peserta mau belajar perlu adanya sarana pendukung yang sesuai. Bagaimana jika tidak ada sarana ? maka peserta itu harus difasilitasi. Fasilitas tersebut bisa diberikan oleh tutor kepada peserta tutor baik dalam fasilitas sederhana maupun fasilitas yang lebih kompleks. Misalnya peserta kadang bosan jika tutorial pai hanya dilakukan di masjid Mujahidin UNY apalagi yang ikhwan di lantai satu samping tiang dan akhwatnya di pojok lantai dua, sekali-kali ajaklah peserta tutor untuk pergi rihlah ke tempat-tempat wisata dan sampaikan muatan-muatan dakwah di dalamnya. Contoh ekstrimnya itu rihlah ke kuburan agar kita selalu ingat bahwa pada akhirnya jasad manusia itu hanya akan berkalang tanah, itu untuk yang ekstrim loh ya 🤣. Kalau fasilitas yang sederhana cobalah untuk memberi motivasi dengan membelikan mereka camilan berupa roti maupun snack lainnya. Itu semua butuh modal to ? Jika memang diniatkan untuk dakwah maka tidak ada yang berat. Karena sebenarnya menjadi tutor itu seperti menabung. Allah memberikan jaminan bagi mereka-mereka yang mengajak kebaikan kepada orang lain. Tabungan kebaikan akan semakin bertambah dengan kalian menjadi tutor ini. Jika kita bisa memudahkan peserta tutor dalam berbuat kebaikan, semoga Allah akan memasukkan kita dalam golongan perindu surga -orang yang memudahkan urusan orang lain-.

Hal penting lainnya selalu ingat prinsip Tadaruj atau bertahap. Seorang manusia cenderung susah untuk berubah langsung, maka ia memerlukan tahapan-tahapan dalam prosesnya. Kondisi manusia juga tidak bisa sama pada satu waktu. Oleh karenanya, jangan terlalu memaksakan “harus seperti ini” kepada peserta. Mereka mempunyai level of progress masing-masing.

Pesan terakhir, menjadi bukanlah tentang menjadi yang paling benar, paling soleh, maupun paling tahu. Menjadi tutor adalah perkara kesabaran, tentang sekelompok manusia yang sama-sama bertumbuh kembang dan saling belajar melapangkan dada.

Sumber:

Remake materi urgensi reorientasi tutor oleh mas Ginanjar dalam acara “Bintor” di GPLA FIK 4 Februari 2018.

Image google.


Kos Argulo, 2 Maret 2018

Lintang Fajar

Rasa Takut

Aku takut berbuat baik karena takut riya’

Aku takut bersedekah karena takut tidak ikhlas

Aku takut berbicara karena aku takut berdusta

Aku takut berjanji karena aku takut mengingkari

Aku takut bermaksiat karena takut dosa

Aku takut berbuat dosa karena takut ahzab-Nya
Aku itu mudah tersinggung karena opini setiap orang itu berharga. Entah itu bisa kulakukan atau tidak. Karena harga itulah aku malu.

Aku takut karena takut. But Life Must Go On. Aku tidak bisa hidup dalam ketakutan. 

Ya Tuhan. Tidak daya maupun upaya selain dari-Mu.
Sebuah tekad, Yogyakarta

Kos kana 10, 5 Mei 2017